Rekomendasi

Peringati Hari Ibu, Warga Sukoharjo Gelar Sungkeman Massal

Jumat, 20 Desember 2019 : 21.16
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ratusan warga terdiri ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Desa Tanjung, Nguter, Sukoharjo disertai keluarga masing - masing, memperingati Hari Ibu dengan sungkeman massal di Museum Jawi yang terletak di desa setempat, Jum'at (20/12/2019).

Pantauan hariankota.com, diawali dengan para ibu yang duduk di kursi, satu persatu anak - anak atau anggota keluarga masing-masing kemudian menghampiri dan berjongkok di depannya.

Penuh keharuan, mereka sungkem pada ibu masing-masing hingga ada yang diiringi isak tangis sambil berpelukan.

“Kami sengaja mengambil momen Hari Ibu untuk menggelar kegiatan sungkeman ini. Sosok ibu harus dihormati dan dihargai karena telah melahirkan, membesarkan anak dengan tulus tanpa pamrih,” terang Ketua PKK Desa Tanjung, Yuyun Irawati.

Menurutnya, seorang ibu pastilah akan terharu ketika anaknya berjongkok sungkem didepannya dan meminta maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan. Sesuatu yang mungkin saat ini jarang dilakukan.

"Dengan momen Hari Ibu ini, kami dari PKK Desa Tanjung bersama Museum Jawi berinisiatif menggelar sungkeman massal dengan tujuan mengedukasi generasi muda agar jangan sekalipun tak menghormati orang tua, khususnya ibu," terangnya.

Salah satu peserta yang menangis sesenggukan saat sungkem dan memeluk sang ibu, Sulastri mengatakan, ia teringat perjuangan ibunya yang telah tanpa pamrih mendidik dan membesarkan hingga ia menjadi seperti sekarang.

"Bapak sudah meninggal sejak saya masih kecil. Sosok ibu bagi saya tidak tergantikan karena telah melahirkan, mendidik, dan memberikan pelajaran berharga dalam hidup saya," ujarnya.

Penggagas acara yang juga pemilik Museum Jawi, Bimo Kokor Wijanarko mengatakan, sungkeman massal digelar bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak tentang pentingnya memiliki rasa hormat pada ibu yang telah bertaruh nyawa saat melahirkan mereka kedunia.

"Peserta terlihat antusias apalagi saat sungkem dan memluk ibu masing-masing. Selama ini tak jarang anak mengabaikan keberadaan seorang ibu. Padahal, ibu adalah seorang pahlawan dalam sebuah keluarga. Maka tak salah jika ada ungkapan, surga berada dibawah telapak kaki ibu,” tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :