Rekomendasi

Persoalan Pemukiman Kumuh, Masyarakat Didorong Berpartisipasi Secara Mandiri

Rabu, 04 Desember 2019 : 21.16
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Persoalan pemukiman kumuh, selain merusak sisi keindahan juga berpotensi memicu munculnya berbagai sumber penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal dilingkungan padat penduduk.

Penanganan permasalahan permukiman kumuh seperti sebuah pekerjaan rumah yang tak kunjung bisa diselesaikan dengan tuntas. Peran serta masyarakat mencegah tumbuh berkembangnya pemukiman kumuh hingga saat ini dinilai masih jauh dari apa yang diharapkan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sukoharjo dalam penyuluhan pemberdayaan masyarakat di pendopo Graha Satya Praja, komplek Setda Sukoharjo, Rabu (4/12/2019) mendorong masyarakat agar dapat menangani persoalan pemukiman kumuh secara mandiri.

"Penanganan secara mandiri dapat dilakukan pada aspek bangunan gedung, bangunan persampahan dan pengelolaan limbah dan sampah," kata Kabid Kawasan Permukiman DPUPKP Sukoharjo, Sutanta kepada ratusan peserta penyuluhan terdiri tokoh masyarakat, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa, serta Camat se Sukoharjo.

Pantauan hariankota.com, melalui penyuluhan ini, Sutanta meminta kepada tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah mulai dari level Ketua RT yang hadir, menularkan pengetahuan maupun materi penyuluhan kepada warga masyarakat di wilayah masing-masing.

Ketua penyelanggara Kepala DPUPKP Sukoharjo, Suradji mengatakan, kegiatan penyuluhan dimaksudkan untuk memberi pemahaman terhadap permasalahan permukiman dan tentang upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan baik yang sudah ada maupun yang dimungkinkan akan muncul.

"Mencegah tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh tujuannya adalah untuk memenuhi hak warga Negara atas tempat tinggal yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur serta menjamin kepastian bermukim. Ini wajib dilaksanakan sesuai arahan pengembangan kawasan permukiman yang terpadu dan berkelanjutan," ujarnya.

Seperti disampaikan Sekda Sukoharjo Agus Santosa yang hadir membuka acara, semua pihak harus bisa bekerjasama dan berperan aktif dalam pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh.

“Penting adanya kolaborasi antara pemerintah pusat sampai dengan pemerintahan desa/kelurahan, pihak swasta, pihak masyarakat dan pihak terkait lainnya, mengingat permasalahan permukiman sangat komplek," tandas Agus.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :