Rekomendasi

Rem Blong, Supir Truk Maut di Pasuruan Ditetapkan Tersangka

Senin, 23 Desember 2019 : 19.09
Published by Hariankota
PASURUAN - Pasca kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton dengan sejumlah kendaraan di Jalan Raya Purwodadi, Pasuruan pada Minggu pagi kemarin, pihak kepolisian telah memeriksa pengemudi truk bernama Slamet Zuhdi.

Polres Pasuruan pun telah melakukan pemeriksaan terhadap urine lelaki berusia 49 tahun tersebut. Pihak kepolisian juga telah memintai keterangan sang supir.

Dari keterangan yang disampaikan sang pengemudi truk tronton asal Nganjuk ini, truk tersebut sebenarnya akan menuju Mojokerto dengan mengangkut alat berat jenis ekskavator.

Saat perjalanan dari Malang truk sebenarnya tak mengalami masalah apapun, namun keganjilan terjadi usai melintasi Jalan Raya Lawang tepatnya usai jembatan Lawang tersebut.

Saat disalip kendaraan dari belakang, Slamet Zuhdi mencoba mengerem, namun tiba - tiba rem tak berfungsi. "Rem saya injak - injak ternyata tidak berfungsi," ucap Slamet singkat.

Menyadari ada yang tidak beres dengan remnya, pengemudi membanting setir ke kanan dan berhenti saat membentur median jalan. Namun bukannya berhenti truk terus melaju ke jalur berlawanan dan menyeruduk sejumlah kendaraan di depannya.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Hermawan menyatakan telah menetapkan status pengemudi truk sebagai tersangka kasus kecelakaan maut yang memakan tujuh korban tewas.

"(Pengemudi truk) Sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ungkap Rofiq Ripto saat dikonfirmasi, Senin (23/12/2019).

Ia menambahkan proses penyelidikan dan identifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan Unit Laka Lantas Polres Pasuruan. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah menyebutkan supir truk diduga mengantuk saat mengemudi.

Truk kemudian oleng saat melintasi jalanan turunan usai lepas dari Bakpao Telo, dan menghantam sejumlah kendaraan lainnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pada Minggu pagi pukul 10.30 WIB. Dimana saat kejadian, truk tronton yang mengangkut ekskavator hilang kendali dan menabrak sejumlah sepeda motor dan mobil di lajur yang berlawanan.

Akibat kejadian tersebut, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lima orang lainnya mengalami luka - luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Jumali

Share this Article :