Rekomendasi

Revolusi Industri 4.0

Minggu, 15 Desember 2019 : 16.58
Published by Hariankota
REVOLUSI industri ke-4 atau Industrial Revolution 4.0 kini menjadi perbincangan banyak pihak. Pemerintah, industri, dan perusahaan mengerahkan segala persiapan untuk menghadapinya.

Namun apa sebenarnya revolusi industri ke-4 itu? Klaus Schwab adalah sosok yang pertama kali mengemukakan istilah itu kepada publik dipertemuan World Economic Forum pada 2016 silam.

Schwab memaparkan “Revolusi Teknologi” sedang berlangsung dan mengaburkan batas antara fisik, digital dan biologis. Sederhananya, Revolusi industri keempat adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia.

Lalu apa saja tahapan revolusi industri sebelumnya? Revolusi industri satu di mulai pada abad ke-18 dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin manufaktur.

Revolusi industri kedua pada abad ke-19, ditandai dengan adanya produksi masal, mesin listrik dan standartisasi industri. Revolusi industri ketiga ditandai dengan adanya komputer dan teknologi informasi pada abad ke-20. Saat ini kita sedang berada di era revolusi industri ke-4.

Hadirnya otomasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja. Berbagai perusahaan besar dunia bahkan telah menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerja di lini produksinya.

Sebagai contoh Amazon, Tesla, Uber, DHL, adidas dan Nestle. Di Indonesia operasional pabrik Suzuki Cikarang telah menggunakan teknologi robot. Namun dibalik manfaat bagi percepatan dan automasi industri banyak sekali tantangan bagi ekonomi dalam menghadapi revolusi industri ke-4.

Padahal, Indonesia saat ini tengah menikmati periode bonus demografi berkat banyaknya populasi penduduk dalam rentang produktif.

Booming ketersediaan tenaga kerja yang bersamaan dengan era revolusi industri 4 akan menjadi ancaman nyata low skill workers atau profesi dengan jenis pekerjaan yang repetititf, karena dapat dengan mudahnya tergantikan oleh mesin, robot dan kecerdasan buatan.

Menurut data megency 7 bidang pekerjaan yang akan tetap bertahan di era auotomasi antara lain Industri kreatif, Teknologi Informasi, Profesional, Manager, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, dan Jasa konstruksi.

Kementrian pengindustrian telah meluncurkan inisiatif “Making Indonesia 4.0” dalam menghadapi Revolusi Industri ke-4. Ada 10 prioritas nasional lintas sectoral dalam upaya memperkuat struktur pengindustrian industri Indonesia dalam menghadapi tantangan dimasa depan.

Siapkan dirimu dengan 10 Skill yang wajib dimiliki untuk sukses di era Revolusi
Industri 4.0 :
  1. Kemampuan smart people menyelesaikan masalah yang kompleks, masalah yang sering berulang, masalah yang sering terjadi di lingkungan masyarakat.
  2. Kemampuan berfikir kritis
  3. Kemampuan kreatif, dengan menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru yang berbeda dengan hal yang sebelumnya .
  4. Kemampuan mengelola, berkoordinasi dengan orang lain, atau dengan kelompok
  5. Kemampuan untuk berkolaborasi
  6. Kecerdasaan mengelola emosi untuk diri sendiri maupun orang lain
  7. Kemampuan menilai dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat
  8. Kemampuan untuk berorientasi memberikan pelayanan yang terbaik
  9. Kemampuan bernegosiasi
  10. Kemampuan untuk mudah beradaptasi

Nama Pengirim : Regita Cahya Pramesti

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta

Share this Article :