Rekomendasi

Ribut di Hajatan Warga, Empat Orang Diamankan Polisi

Kamis, 26 Desember 2019 : 22.47
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar, mengamankan empat warga Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Selasa (24/12/2019) malam.

Ke empat warga yang diamankan tersebut, masing-masing AF, AP, SP dan DM yang diduga melakukan penganiayaan terhadap AL dan PW di rumah salah warga yang sedang punya hajat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, kepada hariankota.com Kamis (26/12/2019), menjelaskan, dugaan penganiayaan bermula, ketika salah satu waraga Desa Gebyog, kecamatan Mojogedang, sedang punya hajat dengan hiburan musik dangdut.

Pertunjukkan musik dangdut ini, ujar Kapolres, tentu saja menarik perhtaian warga untuk menyaksikan, termasuk AL dan PL. Menurut Kapolres, dengan meneganakan kaos salah satu perguruan silat, AL dan PL, mendatangi lokasi hajatan dan ikut berjoget.

Hanya saja, lanjut Kapolres, keduanya dalam kondisi pengaruh minuman keras (miras). Warga yang mengetahui perilaku AL dan PL yang terpengaruh miras, mencoba menegur, namun teguran tersebut diabaikan.

Setelah terlibat adu mulut, AL dan PL kemudian dikeroyok para pelaku, da mengalami luka dibagian kepala dan hidung. Karena tidak terima, AL dan PL melaporkan kasus ini ke Polres Karanganyar.

“Keduanya (AL da PL, red) dalam pengaruh miras. Sedangkan warga sekitar tidak suka dan meminta keduanya segera pulang. Selanjutnya terjadi keributan dan akhirnya terjadi pengeroyokan yang dilakkan oleh anggota perguruan silat lainnya yang ada di lokasi hajatan.

Kedua korban mengalami luka dibagian kepala dan hidung,” terang Kapolres, Kamis (26/12/2019).

Atas perbuatannya, ke empat pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Karanganyar. Ke empat pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Ditambahkan Kapolres, aparat Kepolisian yang tiba dilokasi, langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan empat pelaku.

Ketika disinggung, apakah ada upaya penyelesaian, mengingat antara pelaku dan korban merupakan anggota perguruan silat, Kapolres menegaskan, jika upaya penyelesaiaan sudah dilakukan.

“Masing-masing pimpinan perguruan silat sudah kita panggil dan membuat surat pernyataan kesepakatan damai. Namun kasus ini tetap kita tangani. Kami tegaskan, kasus seperti jangaan sampai terulang kembali.

Kami juga menghimbau kepada wargga yang memiliki hajat, untuk tidak menyediakan miras. Ini sangat berbahaya dan pemicu perkelahian,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :