Rekomendasi

Rubicon Jadi Mobil Dinas Bupati: Ada yang Mendukung, Ada yang Mencibir

Kamis, 26 Desember 2019 : 20.36
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Mobil mewah jenis Jeep Rubicon, yang baru saja tiba di Karanganyar dan dijadikan sebagai salah satu kendaraan dinas bupati Karanganyar, mendapat tanggapan dari warga yang berada di lereng gunung Lawu ini.

Banyak yang mendukung, namun tidak sedikit yang mencibir. Mobil Wrangler Jeep Rubicon, warna Orange, seharga Rp1,98 miliar tersebut, akan menjadi satu dari tiga mobil dinas yang akan digunakan oleh bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Simak juga : Mobdin Rubicon di Soal, Juliyatmono: Saya Ini Orang Desa, Tahunya Kerja dan Kerja

“Saya pikir tidak ada masalah dan tidak perlu diperdebatkan soal mobil baru bupati ini. Saya pikir wajar, jika bupati memperoleh dan mendapatkan fasilitas mobil sebagai kendaraan operasional yang bagus.

Apalagi selama ini, bupati Karanganyar juga mampu mengangkat nama Karanganyar di tingkat nasional dengan berbagai prestasi yang diperoleh,” kata Sumarno, salah satu warga Karanganyar.

Hal yang sama juga dikatakan Agus, warga Karanganyar lainnya. Dengan kondisi alam yang ada, menurut Agus, dibutuhkan kendaraan yang mampu menempuh segala medan. Aapalagi, ujarnya, kondisi alam di Karanganyar berbukit.

“Saya yakin banyak masyarakat yang mendukung. Ini sesuai dengan kenierja pak bupati. Yang terpenting sekarang, bagaimana mobil baru tersebut dapat meningkatkan kinerja beliau sebagai bupati,” kata dia.

Disisi lain, koordinator LM Lentera, Hindardi Heru santoso, justru menilai, keberadaan mobil baru tersebut menunjukkan matinya nurani pemimpin ditengah terpuruknya pelayanan dasar masyarakat.

“Kami menyayangkan pembelian mobil mewah ini sebagai kendaraan dinas bupati. Kami cukup prihatin. Bupati jelas tidak memiliki kepekaan sosial,” tegasnya.

Simak juga : Bupati Tak Canggung Pakai Mobil Rubicon Saat Hadiri Rapat Paripurna

Terpisah, Sekretaris daerah (Sekda) Karanganyar, Sutarno, usai rapat paripurna di DPRD setempat, Kamis (26/12/2019) menjelaskan, pengadaan mobil dinas baru ini, tidak menyalahi regulasi.

“Semua sudah sesuai aturan yang ada. Mesin juga berkapasitas 2000 CC, masih di bawah ketentuan maksimal 3000 CC,” kata Sutarno. Disnggung mengenai anggaran untuk perawatan, S utarno mengungkapkan, belum mengaggarkan untuk biaya perawatan.

“Sampai saat ini belum kita anggarkan. Untuk sementara, biaya perawatan hanya untuk dua kendaraan dinas yang ada sebelumnya,” ungkapnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :