Rekomendasi

Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Karanganyar Terancam Molor, Kenapa?

Jumat, 13 Desember 2019 : 17.06
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sejumlah pembangunan infrastruktur di Karanganyar, diperkirakan tidak akan selesai menjelang berakkhirnya tahun anggaran 2019.

Dua minggu menjelang berakhirnya tahun anggaran, sejumlah pembangunan infrastruktur, baik berupa gedung perkantoran maupun jalan, masih terus berlangsung.

Pantauan hariankota.com, sejumlah gedung dan jalan yang masih ters dikerjakan, antara lain, pembangunan enam kantor kecamatan, masing-masing, kantor kecamatan Matesih, Mojogedang, Jaten, Tasikmadu, Jumantono, Jatiyoso.

Pembangunan kantor Baperlitbang, yang memasuki tahapan finishing, pembangunan gedung teater Bhinneka Tunggal Ika senilai Rp6 miliar, yang diperkirakan akan molor, serta pembangunan trotoar dan jalur pedestrian.

Ketua Komisi C DPRD Karanganyar, Hanung Turwadji, kepada hariankota.com Jumat (13/12/2019) mengatakan, keterlambatan proses pemebangunan ini, lebih disebabkan karena kuran perencanaan.

Bahkan menurut Hanung, jika dibandingkan dengan tahun lalu, pembangunan infrastruktur di Karanganayar tahun 2019 ini, sangat buruk.

“Pembangunan infrastruktur tahun ini memang terlambat. Ini karena perencanaan yang buruk.Kami dari Komisi C, terus menerus kepada pengguna anggaran dalam hal ini OPD terkait, agar melakukan percepatan, sehingga pekerjaan selesai tepat waktu,” kata Hanung.

Proses percepatan, jelas Hanung, harus terus dilakukan, terutama pembangunan gedung perkantoran. Sedangkan untuk pembangunan jalan, berdasarkan hasil peninjauan ke lapangan, Hanung mengaku optimis bisa diiselesaikan.

“Hingga menjelang akhir tahun, bisa selesai. Terhadap gedung, harus dipercepat. Jika tidak, maka akan terlambat, bahkan tidak selesai tepat waktu,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (Dinas PUPR) Edy Sriyatno, mengakui jika pelaksanaan proyek terlambat. Menurut Edy, keterlambatan ini lebih disebabkan karena adanya perubahan regulasi PP baru dari Kementerian PU.

Meski demikian, sebanyak 145 proyek, bisa dituntaskan.

“Kemungkinan ada dua yang diperkirakan tidak akan selesai, yakni pembangunan kecamatan Jatiyoso dan kecamatan Mojogedang. Kita akan berikan tambahan waktu, tentu saja dengan denda,” ujarnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :