Rekomendasi

Tuai Protes, Spanduk Berlogo Kemenhan RI di PT RUM Akhirnya Diturunkan

Minggu, 22 Desember 2019 : 14.10
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Setelah mendapat protes dari masyarakat, akhirnya spanduk yang memuat logo atau simbol beberapa lembaga dijajaran Kementerian Pertahanan Negara (Kemenhan) RI yang terpasang di pagar pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) diturunkan.

Informasi yang didapat hariankota.com dari Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Endro Sudarsono, selaku ormas yang melayangkan aduan ke Korem 074/ Warastrama Surakarta terkait spanduk mengatakan, dilepas Sabtu (21/12/2019) petang.

"Jum'at (20/12/2019) kemarin, kami audensi dengan jajaran Korem 074/Warastratama, menyampaikan keluhan warga tentang PT RUM baik limbah udara, air, tulisan Kemenhan dan keberadaan tenda hijau disana," kata Endro, Minggu (22/12/2019).

Semula, spanduk terpasang di pagar PT RUM di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, menjadi obyek sindiran ratusan warga yang terus -menerus berunjuk rasa didepan pabrik memprotes bau busuk yang diduga bersumber dari limbah produksi serat rayon.

Tertulis dengan jelas dalam spanduk disertai logo Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri, menetapkan dan memberi izin kepada PT RUM (Sritex Grup), sebagai produsen industri pertahanan untuk produk alat peralatan pertahanan dan keamanan NKRI.

"Pada intinya kami keberatan atas adanya logo institusi dan tenda hijau didepan PT RUM yang sudah jelas merupakan kawasan bisnis sipil, bukan obyek vital milik negara atau sejenisnya," tegas Endro.

Selain menyoal spanduk dan tenda hijau, DSKS seperti disampaikan Endro, berharap Bupati Sukoharjo segera menindaklanjuti tahapan sanksi kepada PT RUM yaitu, menutup sementara operasional produksinya.

"Penutupan sementara harus dilakukan sampai bau tidak lagi dikeluhkan warga. Karena dampaknya juga telah meluas hingga keluar wilayah Sukoharjo yakni, Wonogiri," imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris PT RUM Bintoro Dibyoseputro saat dihubungi menyampaikan, belum dapat memberi penjelasan perihal spanduk yang diprotes masyarakat dan sekarang telah dilepas dari tempatnya itu.

"Mohon maaf, saya masih di Jakarta. Saya belum tahu mas, saya baru tiba dari Cambodia," jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :