Rekomendasi

Unjuk Rasa Protes Bau Limbah Berlanjut, DSKS Minta PT RUM Hentikan Produksi

Kamis, 12 Desember 2019 : 18.13
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Solidaritas dari sejumlah elemen kepada warga terdampak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) berdatangan memasuki hari ketiga unjuk rasa yang digelar di depan pintu gerbang pabrik, Kamis (12/12/2019) sore.

Selain elemen mahasiswa, kali ini Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) juga angkat bicara, menuntut pabrik serat rayon yang berlokasi di Desa Plesan, Kecamatan Nguter tersebut berhenti beroperasi lantaran bau limbah masih tercium.

Disela ratusan massa peserta unjuk rasa, Humas DSKS Endro Sudarsono kepada hariankota.com mengatakan, dampak limbah cair dan gas terbukti telah meresahkan warga.

"Limbah cair dan gas dikeluhkan warga karena berdampak matinya ikan di sungai dan hampir tiap hari menghirup udara yang sering membuat pusing dan perut mual," katanya.

DSKS kata Endro, meminta agar PT RUM menghentikan produksi terlebih dulu hingga tidak ada bau yang dikeluhkan warga sekitar. Karena diketahui dampak limbah telah menjangkau sebagian Sukoharjo, Wonogiri dan Karanganyar.

"Kami minta Bupati Sukoharjo dan Gurbernur Jawa Tengah tegas terhadap PT RUM dengan menghentikan operasionalnya hanya demi dan untuk kepentingan warga sekitar yang telah mengeluhkan bau limbah selama lebih kurang 2 tahun," tuturnya.

Perlindungan terhadap kesehatan warga masyarakat serta perlindungan terhadap alam lingkungan dalam penilaian DSKS yang disampaikan Endro, harus lebih diprioritaskan daripada terhadap Investasi dan Karyawan.

"Kami juga meminta kepada Kapolres Sukoharjo untuk melanjutkan proses hukum terhadap laporan warga terkait dengan limbah PT RUM," ujarnya.

Terakhir, kepada DPRD Kabupaten Sukoharjo DSKS dengan tegas juga meminta untuk bertanggung jawab dan mendukung penutupan PT RUM dengan mendesak Bupati Sukoharjo menghentikan sementara operasionalnya.

Jurnalis; Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :