Rekomendasi

Wow, Mobil Rubicon Seharga Rp 2 Miliar Ini Bakal Jadi Kendaraan Bupati Karanganyar

Selasa, 03 Desember 2019 : 14.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar kembali membuat kotroversi. Setelah pengadaan sepeda motor Yamaha N Max bagi kendaraan operasional kepala desa, saat ini, bupati juga akan memiliki mobil dinas baru.

Tidak tanggung-tanggung mobil dinas baru orang nomor satu di Karanganyar ini, akan menggunakan mobil mewah, yakni Jeep Rubicon, senilai Rp2 miliar.

Bahkan pengadaan mobil mewah ini telah dilelang dan dimenangkan oleh salah satu rekanan yang berasal dari Jakarta. Ini merupakan mobil dinas termewah dan termahal di wilayah Solo Raya.

Kepal Unit layanan dan pengadaan (ULP) Dwi Cahyono, kepada hariankota.com, Selasa (03/12/2019) mengatakan, setelah ditetapkan dalam perubahan anggaran tahun 2019, pengadaan mobil dinas Jeep Rubicon ini, langsung dilelangkan secara terbuka.

Menurut Dwi Cahyono, proses tender dilakukan sebanyak 4 kali. Pada tender ke 4 baru ada pemenang dengan penawaran terendah senilai Rp1,9 miliar.

“Sudah ditenderkan secara terbuka dan telah ada pemenangnya. Namun dalam proses lelang ini kita lakukan sebanyak empat kali. Tender pertama gagal karena tidak ada peminat, demikian juga dengan tender ulang kedua.

Hasil evaluasi bersama BKD, kita lakukan proses tender cepat, namun masih gagal. Dan akhirnya, kita lakukan tender cepat ulang. Pada proses tender cepat ulang ini, baru ada pemenangnya,” terang Dwi, Selasa (03/12/2019).

Dengan dimenangkannya pengadaan mobil dinas baru bagi bupati ini, ujar Dwi, selanjutnya diberikan surat penunjukkan penyedia barang dan jasa kepada pemenang, oleh BKD.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) BKD, Narimo, kepada hariankota.com, Selasa (03/12/2019) menyatakan, pengadaan mobil dinas baru tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu, dianggaran perubahan namun gagal.

Karena tidak terealisasi, maka tidak bisa diajukan di tahun anggaran penetapan tahun 2019. Karena tidak bisa diajukan di penetapan, maka diajukan di perubahan anggaran, tahun 2019.

Menurutnya salah satu pertimbangan memilih mobil mewah Rubicon ini, tidak menyalahi aturan Permendagri, karena tidak melebihi 3500 CC. Mobil ini, jelas narimo hanya 2000 CC.

“Dari sisi pemeliharaan juga lebih efisien. Lima tahun saja belum rusak, karena mobil built up. Mobil ini akan menunjang kinerja bupati saat kunjungan ke daerah dan bukan sekedar trend. Sedangkan mobil dinas lama, yang baru dibeli 5 tahun lalu yakni fortuner, masih tetap dipakai,” kata dia.

Selain pengadaan mobil dinas bagi bupati, jajaran pimpinan dewan juga akan menikmati hal yang sama. Dua unit mobil fortuner juga akan diberikan sebagai kendaraan operasional unsure pimpinan wakil rakyat ini.

“Pimpinan dewan pada tahun 2020 ini juga akan beli mobil baru, berupa dua unit mobil Fortuner,” pungkasnya. Pengadaan mobil dinas bagi bupati dan wakil rakyat ini, mendapat reaksi keras dari masyarakat Karanganyar.

Nur Sanyoto, salah satu tokoh masyarakat Karanganyar, kepada hariankota.com menuding jika pengadaan mobil mewah bagi bupati ini, menciderai semangat untuk memberantas kemiskinan.

“Sangat ironis. Ditengah situasi ekonomi yang semakin berat, bupati justru mempertontonkan sikap tidak perduli kepada rakyat dengan membeli mobil mewah. Ini menunjukkan bupati tidak memiliki kepekaan sosial, dengan menghambur-hamurkan uang rakyat,” tegasnya.

Hal senada dikatakan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera, Indardi Heru Santoso. Heru mengatakan, pengadaan mobil dinas baru ini sebagai bentuk pengkhianatan kepada rakyat.

“Pengadaan mobil dinas mewah ini bentuk ketidakperdulian bupati terhadap warganya sendiri, dimana masih banyak warga yang miskin. Apakah pantas seorang bupati menggunakan mobil mewah disaat dia mengunjungi warganya yang sedang mengalami persoalan ekonomi,” tukasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Share this Article :