Rekomendasi

11 FEWS di Tangsel Tak Berfungsi, Kalak BPBD: Tanya Ke DPU

Kamis, 09 Januari 2020 : 15.25
Published by Hariankota
TANGSEL - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Chaerudin mengaku tidak mengetahui titik-titik pemasangan Flood Early Warning System (FEWS) atau sistem peringatan dini untuk banjir yang dibelanjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

"Kalau lokasi (FEWS)nya saya belum mengetahui, tapi yang saya tau sudah dipasang di beberapa titik. Silahkan tanyakan ke PU yah," kata Chaerudin saat ditemui di Kantor BPBD Kota Tangsel di Komplek BSD Blok RO nomor 78, Lengkong Wetan, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (9/1/2020).

Chaerudin menambahkan, kewenangan penggunaan FEWS tersebut berada di BPBD. Namun, katanya lagi, karena di DPU terdapat Bidang Sumber Daya Air (SDA), sehingga kewenangannya ada disana.

"Nah memang (FEWS) harusnya ada di kita juga, tapi disana (DPU) kan ada SDA, jadi mereka yang pasang alatnya di titik-titik banjir. Kalau tidak berfungsi, silahkan tanya sama mereka," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah memiliki 11 Flood Early Warning System (FEWS) atau Sistem Peringatan Dini terhadap banjir, dengan melihat kubikasi ketinggian air di beberapa lokasi pinggiran sungai.

Hal tersebut terungkap saat berbincang-bincang dengan Kepala Bagian Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana (PTRRB) pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tangerang Selatan, Nur Hidayat.

Nur Hidayat menerangkan bahwa Pemkot Tangsel telah bekerja sama dengan BPPT dalam hal pembelian dan pemasangan FEWS sejak 2017 lalu lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dikarenakan alat (FEWS untuk Banjir) yang dibeli dari Jerman rusak.

"Awalnya mereka beli dari luar (Jerman) terus alat itu rusak. Mereka lalu menghubungi kita, kebetulan kita memang ada alatnya. Jadi kerjasama, sampai pemasangan sama kita. Terakhir pemasangan itu 2018 kalau tidak salah," kata Nur diruang kerjanya, Rabu (8/1/2020).

Kesebelas FEWS tersebut, diharapkan menjadi 'alarm' bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat untuk menghadapi kemungkinan bencana banjir, seperti yang terjadi awal Januari kemarin.

Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :