Rekomendasi

119 Warga Keracunan Usai Diduga Konsumsi Ikan Tongkol saat Malam Pergantian Tahun

Rabu, 01 Januari 2020 : 21.30
Published by Hariankota
JEMBER - Ratusan orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi ikan tongkol saat merayakan pergantian tahun baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya 119 orang dari berbagai kecamatan mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas lantaran mengalami keracunan ikan tongkol. Para korban mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan tongkol saat malam pergantian tahun baru 2019.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Dyah Kusworini mengatakan dari laporan yang masuk total ada 21 puskesmas di Kabupaten Jember yang merawat sejumlah orang yang mengalami keracunan.

Ratusan korban keracunan ini dirawat di beberapa puskesmas di antaranya Puskesmas Ajung dengan 23 pasien kasus keracunan, Puskesmas Sukorambi dengan 15 pasien, Puskesmas Arjasa dengan 4 warga yang diduga mengalami keracunan.

Kemudian di Puskesmas Panti setidaknya ada 13 korban menjalani perawatan, Puskesmas Kalisat dengan 11 korban, dan Puskesmas Ambulu dengan 16 orang korban.

"Gejala yang dialami korban keracunan setelah makan ikan tongkol mulai gatal - gatal, mual, nyeri perut, pusing, muntah, lemas, dan gemetar," ujar Dyah saat dihubungi media, Rabu (1/1/2020).

Pemkab Jember sendiri telah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) atas kejadian keracunan yang dialami ratusan warga. "Kami sudah menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa), sehingga kami minta seluruh puskesmas untuk siaga memberikan penanganan kepada para korban," ucapnya.

Selain itu pihak Dinkes Kabupaten Jember sudah mengambil sejumlah sampel ikan tongkol yang diduga menjadi sumber yang menyebabkan keracunan ratusan warga.

"Kami sudah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan dan sesuai SOP dengan pemeriksaan sisa makanan yang diduga menjadi sumber keracunan," tuturnya.

Sementara itu, pihak kepolisian saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian keracunan tersebut. Namun pihaknya kini masih berkordinasi dengan instansi lain untuk melakukan penyelidikan.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan melibatkan instansi lain seperti Dinkes," beber Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

Jurnalis; Miadaada
Editor; Kadek Arya Wiguna

Share this Article :