Rekomendasi

Anaknya Dicabuli Tetangga, Orang Tua Lapor Polisi

Rabu, 15 Januari 2020 : 17.02
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Seorang warga Desa Kadilanggu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo berinisial Ast dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukoharjo, lantaran diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan umur 8 tahun siswi kelas 2 SD.

Didampingi sejumlah kerabat, ANH, inisial korban bersama kedua orang tua mendatngi Mapolres Sukoharjo, Rabu (15/1/2020). Selama sekira 3 jam secara bergiliran, korban, orang tua dan pendamping, memberikan keterangan tentang kronologi kejadian.

"Jadi hari ini, kami melaporkan saudara Ast, bahwa pada Kamis (9/1/2020) lalu sekira pukul 15.00 WIB telah melakukan tindakan pidana pencabulan," kata Muhammad Pujianto selaku pendamping korban kepada hariankota.com usai membuat laporan.

Kronologi kejadian seperti dituturkan Pujianto, pada hari Kamis tersebut terlapor Ast, seorang pria paruh baya menggundang korban datang kerumahnya. Jarak rumah korban dan rumah terlapor disebutkan hanya sekira 50 meter.

"Pada saat dirumah itulah, kemudian terjadi perbuatan pencabulan. Oleh korban, peristiwa itu kemudian diceritakan kepada orang tuanya yang langsung melapor kepada pengurus RT dan tokoh masyarakat setempat," terang Pujianto.

Semula untuk menyakinkan bahwa telah terjadi pencabulan, korban oleh keluarganya dibawa ke Puskesmas Kecamatan Baki guna dilakukan visum. Hasilnya positif, kemaluan korban menggalami luka.

Namun begitu, untuk lebih menyakinkan lagi, oleh polisi dilakukan visum ulang di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru. Hal ini untuk membuktikan bahwa korban betul - betul telah mengalami pencabulan atas perbuatan terlapot Ast.

"Sebenarnya, keesokan harinya, Kamis (10/1/2020), sudah ada upaya mediasi difasilitasi oleh pihak perangkat desa setempat. Tapi orangtua korban dan sejumlah tokoh masyarakat menginginkan kasus ini supaya diproses hukum," ujarnya.

Terlapor Ast berdasarkan Surat Tanda Terima Aduan, Nomor : STTA/21/I/2020/Reskrim diduga telah melakukan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76E UURI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

"Upaya hukum ini dilakukan dengan harapan jangan sampai ada korban - korban baru. Kami tidak tahu apakah ini merupakan kali pertama terlapor AST melakukan pencabulan, atau bisa jadi sebelumnya juga pernah melakukan," imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, Nanung Nugroho Indaryanto, saat dikonfirmasi mengatakan masih berupaya mencari tahu terkait laporan dugaan pencabulan anak ini.

"Laporannya belum masuk (masih proses di unit PPA-Red), jadi kami belum tahu," jawabnya singkat.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :