Rekomendasi

Aset Pemkot Tangsel 'Dicomot', PSI Akan Evaluasi BPKAD

Minggu, 26 Januari 2020 : 15.18
Published by Hariankota
TANGSEL - Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang terletak di Perumahan Japos Graha Lestari, RT 09/08 disinyalir diambil oleh orang tak bertanggung jawab, menjadi sorotan Anggota DPRD dari Fraksi PSI, Emanuella Rida.

Rida yang mendatangi lokasi mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel, untuk memastikan kepemilikan aset tersebut.

"Nanti saya akan koordinasi dengan BPKAD. Informasi dari warga, danau ini pernah diambil alih oleh Pemkot Tangsel beberapa waktu lalu. Kalau memang ini aset Pemkot, seharusnya pemerintah lebih peduli terhadap danau ini, karena selain Ruang Terbuka Hijau (RTH), danau ini juga dapat berfungsi sebagai daerah resapan air," kata Rida di lokasi, Sabtu (25/1/2020).

Rida menegaskan, jika hal tersebut (danau) memang aset pemkot, dirinya menganggap pemerintah lalai dalam hal perawatan dan pengawasan aset.

"Kalau memang ini (danau) aset Pemkot, bisa dikatakan mereka lalai dalam hal pengawasan aset mereka. Jadi perlu kita evaluasi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah Aset Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga Fasilitas Umum (Fasum) warga RT 09/08 Perumahan Japos Graha Lestari, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berbentuk danau (situ) seluas sekira 4200 m2 hilang hampir separuhnya.

Hilangnya Fasum tersebut disinyalir ada keterlibatan oknum kelurahan dan kecamatan yang turut membuatkan sertipikat, sehingga nampak beberapa bangunan yang berdiri tepat di bibir danau.

Dikatakan salah seorang warga, Fankie Pardede bahwa pembangunan kontrakan dan yayasan mulai terlihat sejak 2016 lalu, kini sudah menutup sebagian fasum.

"Awalnya di site plan perumahan itu luasnya ada 4000an m2, namun berjalannya waktu, luasnya berkurang hingga 2000an m2, nah saat luasnya masih 2600an, diambil sepihak oleh Pemkot, namun seakan-akan dibiarkan, hingga 2016 lalu, mulai tuh dibangun sedikit-sedikit sama oknum-oknum, ada kontrakan, ada yayasan juga. Sekarang tinggal 1800an m2 aja," kata Frankie kepada wartawan.


Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :