Rekomendasi

Banjir dan Longsor Mengancam, Pemkab Sukoharjo Siapkan Personil Gabungan

Kamis, 23 Januari 2020 : 17.33
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana alam bersama ratusan personil TNI/Polri, SAR, BPBD dan instansi maupun lembaga terkait lainnya di halaman Kantor Setda Sukoharjo, Kamis (23/1/2020).

Pantauan hariankota.com, apel dipimpin Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dan Dandim 0726 / Sukoharjo Letkol Inf Chandra Hariyadi Prakosa.

Selain kesiapan personl, berbagai peralatan yang biasa digunakan dalam penanganan evakuasi bencana khususnya banjir dan longsor juga turut dibawa serta dalam apel.

Ada perahu karet,  kentongan penanda bencana, pelampung, dan perlengkapan P3K pendukung evakuasi korban bencana.

“Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemkab Sukoharjo bersama TNI-Polri dan instansi terkait lainnya ketika muncul bencana. Jadi, ketika ada bencana alam, kami sudah siap meski harapannya tidak sampai terjadi bencana,” kata Bupati.

Diketahui, Sukoharjo setiap musim penghujan masuk dalam daerah yang rawan bencana alam. Diluar bencana alam banjir, dan tanah longsor, juga bencana angin puting beliung.

"Dengan apel gabungan ini, maka ketika muncul bencana semua personil dari berbagai instansi lamgsung turun tangan tanpa menunggu komando," tegasnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Untuk mengurangi resiko, masyarakat diminta melakukan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, melakukan pemangkasan pohon, pengecekan kekuatan rangka rumah dan menutup rekahan tanah.

“Yang tak kalah penting adalah menggiatkan kembali siskamling untuk antisipasi terjadinya bencana serta untuk menjaga keamanan dan ketentraman,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), untuk wilayah Jawa Tengah puncak musim hujan terjadi pada Januari–Februari 2020. Selain itu cuaca ekstrim masih akan terjadi pada Maret mendatang.

Senada, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, dalam rangka penanganan bencana alam, selain membentuk tim gabungan, pihaknya juga telah membuka posko bencana alam di Mapolres.

“Ancaman bencana alam bisa datang kapan saja disemua wilayah, karena itu diperlukan kesiapsiagaan khususnya dari jajaran internal Polres Sukoharjo,” ujarnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor; Jumali


Share this Article :