Rekomendasi

Dapat Investasi 340 Miliar Dari Cucu BUMN, PT PITS Lakukan Kerjasama 'Gaib'

Kamis, 23 Januari 2020 : 23.23
Published by Hariankota
TANGSEL - PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (Tangsel) telah melakukan kerjasama dengan cucu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Tirta Tangsel Mandiri (TTM). Namun, hingga kini draft kerjasama yang dimaksud tidak pernah diketahui publik.

Hal tersebut dikatakan salah seorang Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Periode 2014-2019 dari Partai Hanura Amar. Amar menyatakan bahwa kerjasama pengelolaan dan pendistribusian air minum bersama PT. TTM disinyalir tanpa kajian yang jelas dan bentuk kerjasamanya pun belum pernah diketahui.

"Itu  (kerjsama PT PITS dan PT TTM) yang perlu dipertanyakan. Itu juga sudah jadi penyelidikan saya sejak saya di komisi III. Ada yang salah dengan kajian pembuatan Induk air di Kali Angke. Karena musim panas kemarin kalinya kering. Bagaimana mungkin kajian tersebut bisa menghasilkan induk air. Sedangkan izin itu bisa keluar ada hitungannya dari ESDM dan balai besar. 1/3 debit air sungai bisa digunakan, sisanya untuk irigasi dll," kata Amar kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Hal senada disampaikan Ketua Komisi III dari Partai Gerindra, Zulfa Sungki Setiawati bahwa draft kerjasama antara PT TTM dan PITS belum pernah diterima oleh Komisi III.

"Kalau ngga salah kita juga belum tau draftnya bang. Kalau untuk mekanisme kerjasama PT PITS dengan TTM, belum jelas bang, karena memang belum ada penjelasan khusus untuk membicarakan mekanismenya. Dan yang terakhir, kami tidak mengetahui lebih jauh, kalau PITS membeli air curah," kata Zulfa.

"Itu (pembentukan badan usaha air minum) kalau ngga salah yang membahas Raperdanya Komisi III DPRD kemarin (Periode 2014-2019) bang. Salah satunya Pak Iwan Rahayu, tanyakan aja bang langsung ke beliau, pasti lebih paham dibandingkan ibu yang baru di DPRD dan Komisi III," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel dari PDI Perjuangan yang juga mantan anggota Komisi III, Iwan Rahayu menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan draft kerjasama yang dimaksud wartawan.

Iwan justru menyarankan agar mendalami persoalan kerjasama tersebut kepada PT PITS.

"Saya belum dapat (draft kerjasama PT TTM dan PITS). Kalau boleh saran sebaiknya pendalaman materinya ke PT PITS, setelah itu baru kepada pihak TTM, agar data yang tersaji bersumber dari yang berkompeten," tandas Iwan, Kamis (23/1/2020).

Diinformasikan sebelumnya, penandatangan kerjasama telah dilakukan antara PT PITS dengan PT TTM yang merupakan badan usaha pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bentukan PP Infrastucture, anak perusahaan PT PP (Persero) sebagai pemenang tender. Nilai investasinya cukup fantastis, yakni tercatat mencapai Rp340 miliar.

Nantinya, sarana SPAM Kali Angke akan memiliki kapasitas pipa sebesar 200 liter/detik, dan jaringan distribusi sekira 300 liter/detik. Dengan jumlah itu, setidaknya mampu melayani sambungan ke 33.500 rumah, dengan tahapan periode waktu 4 tahun ke depan.


Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :