Rekomendasi

Datangkan Alat Baru Dari Denmark, PT RUM Yakin Bau Limbah Bakal Lenyap

Jumat, 24 Januari 2020 : 20.32
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Terus diprotes warga akibat bau limbah udara hasil operasional mesin produksi, PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) menyatakan tengah menunggu datangnya tiga mesin baru penetralisir bau limbah.

Seperti disampaikan oleh General Manager HRD PT RUM, Hario Ngadiyo, saat ditemui hariankota.com Jum'at (24/1/2020), jika mesin yang dipesan itu sudah terpasang dan beroperasi, maka bau udara akan hilang.

“Tiga mesin pengolah limbah ini kami pesan dari Denmark dengan nilai Rp700 miliar. Mesin ini mampu menyelesaikan masalah limbah bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” terangnya.

Namun begitu, warga diminta untuk bersabar sebelum bau limbah tersebut benar - benar tak tercium lagi. Setidaknya butuh waktu sekira 1 tahun lagi. Proses pemesanan mesin hingga pemasangan diperkirakan akan selesai tahun depan atau 2021.

Diakui Hario, alat pengolahan limbah yang sudah ada saat ini yakni, web scrubber belum mampu menyelesaikan masalah bau, sehingga masih dibutuhkan mesin tambahan.

"Kami berusaha keras untuk menyelesaikan masalah bau yang dihasilkan dari proses produksi selama ini. Mesin baru yang sudah dipesan berupa H2SO4 recovery yang bisa mengurai dan mendaur ulang H2S menjadi H2SO4 untuk produksi," paparnya.

Disebutkan tiga mesin baru tersebut pertama adalah, NaHS Creps Machines (instalasi proses padatan NaHS). Mesin ini sudah dipesan sejak Desember 2019 dan pemasangan selesai Desember tahun ini.

Kedua, mesin Heat Exchanger (instalasi mesin pendingin) yang sudah dipesan Desember 2019 lalu dan diperkirakan selesai dipasang tahun ini. Dan terakhir adalah mesin Asam Sulfat Plant (daur ulang H2SO4) yang juga dipesan Desember lalu, namun pemasangannya baru tahun depan.

“Masih munculnya bau yang dirasakan warga akhir-akhir ini karena kerusakan alat mesin blower sehingga mengakibatkan kebocoran gas ke udara dan menyebabkan bau busuk. Tapi sekarang sudah selesai diperbaiki,” terangnya.

Selain mesin blower yang sudah terpasang di pabrik yang berada di Desa Plesan, Kecamatan Nguter ini, Hario juga menyebutkan telah menambah tiga mesin blower baru dengan kapasitas yang lebih besar.

"Jadi soal penilaian pemasangan alat H2SO4 recovery terlambat karena sudah menimbulkan bau busuk cukup lama itu tidak benar. Perlu diketahui, pemasangan alat H2SO4 recovery itu dilakukan secara bertahap," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :