Rekomendasi

Diatur Perda dan Perwal, DPRD Tangsel 'Lemah' Awasi Keuangan PT. PITS

Senin, 20 Januari 2020 : 18.12
Published by Hariankota
TANGSEL - Soal penyertaan modal kepada PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) yang diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2014 dan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 15 tahun 2014, nampak dalam klausul Undang-undang tersebut DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak memiliki kekuatan untuk melakukan evaluasi.

Jelas dalam pasal 7 pada Perwal nomor 15 tahun 2014 tersebut, yang berhak melakukan evaluasi terhadap penyertaan modal tahap kedua dan seterusnya adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang dalam hal ini belum termaktub Kepala SKPD yang dimaksud.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel Ahmad Syawqi menegaskan fungsi pengawasan yang seakan-akan dilemahkan oleh Perda dan Perwal.

"Emang Perda sama Perwal itu diatas Undang-undang? Jelas kok fungsi kita pengawasan. Kalau dia (PT PITS) tidak mau diawasi, ya dibubarkan saja, toh penyertaan modal itu dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), jadi kami berhak melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja keuangan PT PITS," kata Syawqi kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

"Walaupun bunyi Perwalnya seperti itu, tapi tidak menganulir 3 fungsi DPRD, salah satunya fungsi pengawasan. Dia bikin begitu, karena tidak mau berkoordinasi dengan dewan, mungkin karena dia tau kalau dia itu salah. Pernah dipanggil sama Ketua 1, Ketua 2, tapi mana kan ngga pernah muncul," tambahnya.

Berbeda dengan Anggota Komisi III dari Fraksi PSI, Emanuela Ridayati yang mengakui bahwa pihaknya tidak dapat melakukan evaluasi terhadap cash flow milik PT. PITS, karena terbentur Perda dan Perwal.

"Iya betul. Di aturannya begitu,tetapi kita bisa mengevaluasi walikota sebagai pemegang saham tertinggi di perusahaan tersebut. Pertanggungjawabannya sedang kita minta," kata Rida.

"Kalau melihat perusahaan itu sehat atau tidak, ada 14 variabel yang harus digunakan. Tapi, dalam laporan kas yang diberikan ke kita, memang dari 2014 sampai dengan 2018 perusahaan itu masih defisit. Penyertaan modal banyak digunakan untuk operasional dan pembelian aset," tandasnya.


Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi
 


Share this Article :