Rekomendasi

Diberhentikan Dari Kepengurusan PDIP Karanganyar, Sulardiyanto Pertanyakan Kader Banteng Kepala Celeng

Selasa, 28 Januari 2020 : 20.28
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sulardiyanto, wakil ketua bidang kaderisasi dan ideologi DPC PDIP Karanganyar, mengaku menerima penonaktifan dirinya dari kepengurusan partai berlambang banteng dalam lingkaran tersebut.

Kepada hariankota.com, Sulardiyanto, mengakui jika sejak pelantikan sebagai pengurus sampai saat ini, dirinya tidak aktif.

Hanya saja, ujar Sulardiyanto, pembebas tugasan dirinya dari pengurus partai tersebut, tanpa didahului dengan teguran, tapi langsung surat peringatan pertama, kedua dan ketiga.

“ Sejak dilantik memang tidak aktif, karena ada kepentingan keluarga. Menurut saya, pemimpin partai mengambil sikap seperti itu, sudah pas, artinya dia harus bertindak tegas untuk mengevluasi kadernya yang tidak taat.Dan itu terjadi kepada saya. Ya saya terima dan saya siap di evaluasi. Hanya saja, sampai saat ini, saya belum menerima surat pemberhentian sebagai kafer PDIP,” kata dia, Selasa (28/01/2020).

Disisi lain, Sulardiyanto juga menyayangkan pernyataan ketua DPC PDIP Karanganyar, bagus selo saat puncak HUT PDIP ke 74 yang digelar di DPRD karanganyar, Minggu (26/01/2020) lalu.

Pernyataan ketua  DPC PDIP Karanganyar,  ika sampai saat ini masih ada friksi sehingga suasana tidak kondusif, serta pernyataan  kader banteng kepala celeng, 

Sulardiyanto menilai, tidak pantas seorang ketua partai mengatakan hal seperti itu.Soal ada fiksi, jelasnya,  justru   tugas pimpinan partai untuk menyatukan semuanya.

“ Yang berbeda pandangan tidak dijauhi, tapi dirangkul untuk kebesaran partai. Sangat wajar jika dalam organisasi terjadi perbedaan pendapat maupun pandangan. Apapun perbedaan itu, adalah hal biasa. Wakil Ketua Justru perbedaan ini menjadi kekuatan yang hebat untuk pdip karanganyar.

Demikian juga soal pernyataan kader banteng kepala celeng, ketua DPC PDIP harus memperjelas siapa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.

“ Ini harus diperjelas. Harus diklarifikasi, siapa yang dimaksud. Jangan menimbulkan kebingunan diantra kader. Saat ini kondisi partai nyaman-nyaman saja. Lah ini kok muncul banteng berkepala celeng. Wah ini bahaya.,” kata dia.

Ditambahkannya, Jika kembali ke belakang, saat bupati dipilih oleh DPRD dan hasil pemilu 1999, PDIP  memperoleh 23 kursi, tapi kalah dalam pemilihan bupati dan wakil bupati.

“ Perbedaan fiksi di DPC PDIP Karanganyar sudah dimulai saat itu. Makanya banyak kader yang kubu-kubuan. Dalam rangka kesolidan partai, DPP harus turun ke lapangan. Turunkan tim independen mencari tahu, apa sebabnya DPC PDIP  Karanganyar sampai saat ini tidak bisa menyatu,” tegasnya.

Sebagaiamana diberitkan hariankota.com sebelumnya, ketua DPC PDP Karanganyar, Bagus Selo, menyatakkan, telah menin aktifkan salah satu pengurus DPC PDIP karena tidak aktif sejak dilantik menjadi pengurus. 

Pengurus yang di nonaktifkan tersebut adalah Sulardiyanto. Bagus Selo juga menegaskan, para kader untuk tetap menkadi kader banteng sejati, dan tidak menjadi kader banteng, berkepala celeng, serta menjadi benalu di DPC PDIP Karanganyar.



Share this Article :