Rekomendasi

Direskrimum Polda Jateng Komitmen Tuntaskan Kasus Pengeroyokan di Wilayah Kabupaten Sukoharjo

Jumat, 24 Januari 2020 : 20.36
Published by Hariankota
SOLO - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama jajarannya berkomitmen menuntaskan kasus tindakan pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Budi Haryanto, saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta, pada Jumat (24/1/2020) sore, memaparkan hasil tindakan kepolisian berupa penangkapan pelaku dan penyitaan sejumlah barang bukti tindak kejahatan yang digunakan.

Salah satu kasus yang saat ini ditangani adalah  tawuran atau perkelahian antar kelompok massa yang terjadi di salah satu warung angkringan di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Kasus itu terjadi pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 sekira pukul 23.30 WIB. Para pelaku yang berjumlah tujuh orang dimana dua pelaku di antaranya diketahui masih dibawah umur.

Usai mengikuti acara kopdar salah satu perguruan silat di Umbul Win-Win Pengging, Boyolali, para pelaku hendak perjalanan pulang kearah Solo.

Sesampainya di kawasan simpang empat lampu merah Hotel Pramesti Kartasura Sukoharjo bertemu dengan saudaranya yang masih seperguruan dengan keadaan terluka di kepalanya.

Setelah menanyakan keadaan saudaranya tersebut, yang bersangkutan pun menjawab jika dirinya telah dikeroyok. Sekitar 200 meter dari lokasi mereka berada saat itu, salah satu pelaku melihat sekelompok orang dari perguruan silat lainnya, di sebuah warung angkrigan.

Pihak pelaku pun selanjutnya menghampiri kelompok salah satu perguruan lain tersebut hingga peristiwa pengeroyokan pun tak terhindarkan.

Selain para pelaku, juga masih ada teman lainnya yang ikut melakukan pengeroyokan, namun para pelaku mengaku tidak mengenalnya. Kemudian para pelaku bersama teman lainnya meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat peristiwa pengeroyokan itu, empat remaja asal Kecamatan Kartasura yang kesemuanya masih berstatus pelajar pun terluka.

Adapun keempat korban tersebut, yakni Marsekal Dewangga Prayoga Putra (18) warga Ngebuk Sedahromo Rt Lor Rt 03 Rw 07 Kelurahan Kartasura dan Damar Dwi Pangestu (18) warga Kampung Pucangan Rt 02 Rw 12 Kelurahan Kartasura.

Dua korban lagi yakni bernama Ferro Kusumo Ananta (17) warga Dukuh  Alun-alun Rt 01 Rw 06 Kel. Kartasura dan Rahmansyah Kamaludin (18) warga Dukuh Singopuran Rt 02 Rw 02 Kelurahan Singopuran.

"Mereka yang menjadi korban pengeroyokan berjumlah empat orang, yang semuanya mengalami luka akibat pemukulan yang dilakukan oleh para pelaku," kata Kombes Pol Budi Haryanto.

Menurut Budi, untuk kasus tawuran yang terjadi di  Kartosura Sukoharjo antar ormas, pemicunya disebabkan adanya arogansi dan merasa kuat karena merasa memiliki banyak kawan sehingga kelakuan mereka berubah arogan.

Budi menegaskan, jajaran Polda Jawa Tengah tidak akan tinggal diam dan akan menindak tegas para pelaku kejahatan tanpa tebang pilih, agar peristiwa serupa yang meresahkan masyarakat tidak terulang lagi. 

"Bahwa kejahatan - kejahatan yang sudah membuat resah masyarakat, kita tidak tebang pilih. Kita tidak akan ragu - ragu. Kita akan sikat. Untuk itu kami berharap buat pelaku - pelaku yang masih di luar, setop jangan diteruskan lagi aksi - aksi premanisme, aksi - aksi yang membuat resah masyarakat," tegasnya.

Kombes Pol Budi Haryanto berpesan, kepada masyarakat Solo pada khususnya, agar tidak perlu khawatir dan resah. Pihaknya berkomitmen, akan tetap menindak tegas terhadap segala bentuk kejahatan, untuk menciptakan kemananan dan kenyamanan seluruh masyarakat.

"Sekali lagi kami dari Polda Jawa Tengah mengingatkan, jangan sampai kami dipaksa untuk menindak lebih tegas lagi. Dan untuk masyarakat Solo dan sekitarnya, tidak usah khawatir atau resah.

Karena kami hadir setiap saat, setiap waktu dan ketika ada kegiatan yang meresahkan masyarakat kami akan segera tindak pelakunya," pungkasnya.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :