Rekomendasi

Dituduh Investasi Bodong, Komunitas Member Memiles Minta Jokowi Bersikap

Rabu, 22 Januari 2020 : 23.47
Published by Hariankota
BEKASI - Maraknya pemberitaan media terkait investasi illegal yang menyeret sederet artis di proses hukum, membuat para member Aplikasi Memiles angkat bicara. Terlebih, kepolisian menyatakan Memiles sebagai investasi bodong berkedok aplikasi penyedia jasa iklan.

Ketua Forum Komunikasi Memiles Nasional, David Okta, mengatakan merasa dipojokan dengan pemberitaan tersebut. Pasalnya, kata dia, Memiles bukanlah bank, ataupun lembaga investasi, tempat di mana nasabah atau member menabung, menitipkan dan menyimpan uang.

"Memiles adalah mahkluk asing yang sepesisnya belum ditemukan. Karena Memiles perusahaan aplikasi digital periklanan dengan produknya adalah iklan. Bukan perusahaan investasi atau praktik Ponzi, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)," kata David di Graha Hartika, Bekasi, Rabu (22/1) malam.

Ia bersama ratusan Mamber Memiles merasa kecewa dengan adanya penutupan aplikasi Memiles oleh polisi. Pasalnya, kata dia, tak ada mamber yang dirugikan dengan kebijakan manajemen sejak aplikasi Memiles dirilis.

"Bahwa kami sebagai member Memiles, tidak pernah menabung dan menaruh uang atau investasi atau apapun kegiatan dan bentuknya sebagai mana dilakukan Bank atau lembaga investasi yang mengharapkan bunga atau reward. Kami adalah mitra bisnis strategis dengan jaringan periklanan. Kalau pun ada reward, itu adalah ungkapan terima kasih, itikad baik perusahaan," jelasnya.

Diketahui, MeMiles kini tengah menjadi sorotan setelah Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menyatakan produk ini sebagai investasi bodong atau belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.

Investasi Memiles disebut menjanjikan hadiah fantastis kepada para membernya. Misalnya, dengan berinvestasi hanya ratusan ribu, nasabah bisa membawa pulang televisi, lemari es, pendingin ruangan (AC), sampai mobil mewah.

Iming-iming itulah yang membuat peminat investasi bodong ini melonjak. Dalam delapan bulan, Memiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi pun menyita uang Rp 122 miliar dari aplikasi tersebut. 


Jurnalis: Jay
Editor: Gunadi


Share this Article :