Rekomendasi

Hakim Putuskan Pelajar Bunuh Begal di Malang Bersalah

Jumat, 24 Januari 2020 : 01.30
Published by Hariankota
MALANG - Majelis hakim akhirnya memutuskan ZA, pelajar pembunuh begal, vonis setahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dalam sidang vonis yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.

Dalam sidang yang berlangsung terbuka di ruang sidang anak pada Kamis sejak pukul 10.30 WIB ini, hakim tunggal Nuny Defiary memvonis ZA bersalah atas perbuatan penganiyaan yang menyebabkan kematian.

Tuntutan majelis hakim ini sama dengan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dimana pelajar ZA dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Sesuai sidang yang berakhir pada pukul 11.05 WIB, tampak ZA dengan tenang meninggalkan ruang sidang didampingi orang tua serta keluarganya, pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan tim kuasa hukumnya.

"Mengadili satu, menyatakan bahwa ZA terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati. Dua, menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun, sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," ujar Nuny Defiary, hakim yang memimpin sidang.

Menanggapi vonis hakim, Kuasa hukum ZA membenarkan bila kliennya tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana dan pembunuhan, sebagaimana yang dituntut oleh jaksa.

"Dari empat dakwaan jaksa yang disampaikan. Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338, dan kepemilikan senjata darurat diputuskan majelis hakim tidak bisa dibuktikan. Namun hakim memutuskan si anak ZA ini dikenakan pasal 351 ayat 3 terkait penganiayaan, yang menyebabkan kematian," jelas Bhakti Riza Hidayat, Koordinator Kuasa Hukum ZA, seusai sidang vonis hakim.

Mengenai putusan vonis majelis hakim ini, tim kuasa hukum masih belum memutuskan apakah menerima putusan hakim atau menolaknya. Pihaknya berencana mengkaji hasil vonis hakim, sambil berdiskusi dengan pihak keluarga ZA.

"Terkait putusan ini kami menghormati prosedur yang terjadi di Pengadilan Negeri Kepanjen. Ada waktu tujuh hari untuk kami berpikir apakah putusan majelis hakim tadi kita terima atau tidak. Kami akan mengkaji dan berunding dengan keluarga terlebih dahulu," beber Bhakti kembali.

Sebagai informasi pelajar ZA, pada Minggu malam 9 September 2019 keluar bersama pacarnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang oleh sekelompok kawanan pembegal.

Dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Tak cukup disana saja, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya.

Sehari setelahnya polisi mengamankan ZA dan menetapkan tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran masih berstatus pelajar ZA tak di penjara.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi


Share this Article :