Rekomendasi

Heboh Spanduk 'Ogah' Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Tangsel

Kamis, 23 Januari 2020 : 23.42
Published by Hariankota
TANGSEL - Warga Serpong Utara (Serut) dihebohkan dengan foto spanduk bertuliskan para Amil, Ustadz dan Ustadzah tidak akan mengurus jenazah orang yang terbukti mendukung atau menyetujui pembanguan Gereja di RT 03/02 Pondok Jagung Timur, Serut, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Namun saat dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Pondok Jagung Timur, Muhammad Furqon mengatakan, gambar spanduk penolakan pembangunan Gereja yang tersebar melalui aplikasi pesan singkat tidak benar adanya.

Sebab kata dia, hasil penelusuran staff kelurahan, spanduk tersebut tidak terpasang di lokasi pada gambar yang tersebar di media daring itu.

"Saya dapat info tadi pagi, saya tugasin staff saya. Kalau dari jendelanya itu Masjid Al Hidayah, engga jauh dari sini (Kantor Kelurahan Pondok Jagung Timur). Hasil kroscek di lokasi tidak ada spanduk terpasang hari ini," kata Furqon saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/1/2020).

Kasus penolakan pembangunan Gereja tersebut, tutur Furqon, memang pernah terjadi di wilayahnya. Namun, katanya lagi, menurut keterangan Dewan Pengurus Masjid (DKM) Al Hidayah, pelaku pemasangan spanduk tersebut juga tidak diketahui siapa orangnya.

"Kata staff saya informasi dari DKM, spanduk itu pernah terpasang pada tahun 2016, cuma DKM sendiri ga tau siapa yang masang, karena dipasangnya malam, dan paginya juga langsung dicopot," ungkapnya.

Sementara hasil pantauan dilokasi, tidak ada spanduk penolakan yang terpasang di Masjid Al Hidayah.

Seorang pedagang bakso yang lokasinya berseberangan dengan masjid pun, mengaku tidak ada pemasangan spanduk penolakan tersebut dalam waktu dekat ini.

Dia menambahkan, kasus penolakan tersebut terjadi pada tahun 2016 lalu.

"Engga ada spanduk apa-apa mas di Masjid. Kalau rencana pembangunan Gereja memang pernah ada, cuma itu sudah lama, kalau ga salah tahun 2016an, tapi engga jadi, karena warga banyak yang nolak," tandasnya.


Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :