Rekomendasi

Hujan Semalaman, 13 Desa di Lebak Banten Terendam Banjir

Rabu, 01 Januari 2020 : 19.12
Published by Hariankota
LEBAK - Bencana banjir di Lebak Banten menerjang empat kecamatan di Cipanas, Lebak Gedong, Curugbitung dan Sajira sehingga mengakibatkan ribuah warga mengungsi. Banjir diduga lantaran sungai Ciberang yang melintas di empat kecamatan tersebut meluap.

Akibatnya ada 12 desa di empat kecamatan terdampak banjir. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak tengah memfokuskan pada pendataan para warga terdampak.

"Kami memfokuskan pascapenanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi seperti yang dilansir Tirto.id.

Menurut laporan BPBD, banjir di Lebak tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun infrastuktur jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cipanas-Muncang terputus.

"Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut," kata dia. BPBD Lebak kini mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit.

Bahkan, petugas Dinas Kesehatan juga mendirikan posko kesehatan untuk melakukan pengobatan gratis. Selama ini, kata dia, daerah yang terdampak banjir dan longsor tersebut akibat curah hujan tinggi hingga berlangsung di atas delapan jam dengan intensitas deras dan sedang.

Saat ini, curah hujan masih berlangsung sehingga masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan bencana alam. "Kami minta masyarakat yang tinggal di tepi aliran Sungai Ciberang agar waspada banjir jika curah hujan tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Jumri, seorang warga Desa Bintang Resmi Kecamatan Cipanas mengaku dirinya bersama ratusan warga lainnya mengungsi di masjid yang aman dari bencana banjir.

Rumah miliknya yang berdekatan dengan Sungai Ciberang tergenang air setinggi dua meter dan kemungkinan perabotan rumah tangga mengalami kerusakan.

"Kami berharap adanya bantuan untuk meringankan beban ekonomi, karena perabotan rumah tangga dan beras terendam air," katanya.

Jurnalis: Arie Kristianto

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :