Rekomendasi

Hutan Lawu Rusak, Perhutani Tolak Pengajuan Kerjasama Baru

Rabu, 15 Januari 2020 : 17.38
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menyusul terjadinya kerusakan hutan yang dilakukan oleh salah satu investor untuk pengembangan salah satu lokasi wisata, Perhutani, untuk sementara, tidak menerima permintaan dan pengajuan kerjasama untuk memanfaatkan hutan yang berada di wilayah Karanganyar.

Perhutani saat ini, lebih fokus untuk melakukan pengawasan dan pemanatauan terhadap 21 mitra yang telah menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) pemanfaatan hutan Lawu.

Admininstratur Muda/KKPH Perhutani Surakarta, Sugi Purwanta, kepada hariankota.com, serta awak media lain, menjelaskan, saat ini, ada 21 mitra pemanfaatan hutan, yang seluruhnya berada di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Pemanfaatan hutan yang dilakukan oleh mitra Perhutani tersebut, sagat beragam, mulai dari pengembangan objek wisata, restoran atau café, dengan luasan yang berbeda-beda.

“Kami sangat mendukung program pemerintah dalam ikut mengembangkan Karanganyar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Dan yang perlu kami tegaskan, kami juga tetap berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan kelestarian hutan. Kami taat aturan. Jika ada yang tidak sesuai, harus kita evaluasi,” tegasnya, Rabu (15/01/2020).

Dijelaskannya, setiap menerima pengajuan pemanfaatn hutan, sejumlah prosedur harus dilalui oleh pemohon.

Mulai dari pengajuan proposal, penilaian yang dilakukan oleh tim pengembangan usaha milik Perhutani, pemamparan yang dilakukan oleh pemohon. Jika semua telah dipenuhi, ujarnya, maka Perhutani akan mengambil keputusan, apakah diterima atau tidak.

“Jika disetujui, maka mitra akan menadtanagani PKS dengan masaa berlaku dua tahun. Secara berkala, kami juga akan melakukan evaluasi. Dalam PKS tersebut, ada klausul yang mewajibkan para mitra untuk melakukan reboisasi hutan,” ujarnya.

Ditambahkannya, mengenai keuntungan, adalah dengan system bagi hasil, Sebanyak 30% untuk Perhutani dan 70% untuk mitra. “Sistem yang kita gunakan adalah bagi hasil. Sampai sekarang, ada yang berhasil dan ada yang jalan ditempat,” pungkasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :