Rekomendasi

Kayak Hantu, LSM Abal-abal Bergentayangan di Sragen Semakin Meresahkan

Minggu, 05 Januari 2020 : 20.10
Published by Hariankota
SRAGEN - Aksi sejumlah oknum yang mengaku dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meresahkan aparat pemerintah desa dan kecamatan yang berada di kabupaten Sragen.

Para “LSM” ini menyasar wilayah pinggiran seperti di Tangen, Sumberlawang, Miri, Plupuh dan beberapa kecamatan lainnya.

Mayoritas datang secara berkelompok dan mengaku LSM dari Solo, Semarang dan luar Sragen lainnya. Modusnya hampir sama. Menanyakan data proyek dan pengelolaan dana desa, bantuan aspirasi di desa, hingga PTSL atau Prona.

“Biasanya mereka datang rombongan dan mencari-cari kesalahan, menakut-nakuti melanggar aturan dan akan dilaporkan ke Polda, Polres atau Kejaksaan. Lantas ujung-ujungnya mereka meminta imbalan sejumlah uang hingga jutaan jika tidak ingin dilaporkan,” ujar salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya, Minggu (05/01/2020).

Menyikapi banyaknya oknum yang mengaku sebagai LSM tersebut, Pemkab Sragen meminta kepada seluruh perangkat desa, pemerintah kecamatan, serta dinas dan instansi lainnya, untuk berani menolak kedatangan para oknum yang menegaku LSM tersebut.

Aapalagi jika oknum LSM tersebut, meminta sejumlah uang. Sekretaris daearah (sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mengatakan, biasanya oknum-oknum LSM tersebut, menyasar ke desa yang berada di daerah pinggiran dan perbatasan dengan daerah lain.

Sekda juga menyayangkan maraknya oknum LSM abal-abal yang meresahkan itu. Jika dibiarkan, ujar Tatag, maka dikhawatirkan makin merajalela dan membuat pemerintah desa maupun masyarakat jadi terganggu dalam mengerjakan proyek atau anggaran desa.

Menurut Sekda, Sekda masyarakat dan Pemdes harus bisa membedakan mana LSM yang resmi dan abal-abal. Karenanya jika memang didatangi oknum yang mengatasnamakan LSM, harus berani menunjukkan identitasnya dan ditanyakan keperluannya.

“Jika didatangi oknum yang menegakku LSM, tidak usah takut. Jika seluruh pelaksanaan proyek atau apapun telah sesuai dengan aturan, tidak perlu takut. Jika melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang, segera laporkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya, Minggu (05/01/2020).

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :