Rekomendasi

Korban Penganiayaan Massal Kartasura, Desak Polisi Tangkap Para Pelaku

Senin, 20 Januari 2020 : 19.32
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tiga orang korban penganiayaan massal di depan gudang Inti Prima Kranggan, jalan Solo - Boyolali, tepatnya masuk Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan memproses secara hukum.

Salah satu korban yang menderita luka paling parah, berupa bacokan disekujur badan, Muhammad Tutus Saputro (23) mengaku, saat kejadian, Jum'at (17/1/2020) sekira pukul 01.30 WIB, ia bersama sejumlah teman-temannya tengah nongkrong bermain game dengan gawai masing-masing.

"Tiba - tiba datang serombongan orang saling berboncengan sepeda motor, langsung menyerang menggunakan senjata tajam (sajam) dengan membabi buta. Ada yang bawa samurai, ada juga yang membawa pedang," tuturnya saat ditemui hariankota.com di rumahnya, Kampung Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Senin (20/1/2020).

Penyerangan oleh massa tak dikenal secara tiba - tiba tersebut, tak urung membuat mereka yang tengah asyik bermain gawai kocar - kacir lari menyelamatkan diri. Tak terkecuali Tutus dan dua orang temannya, juga berupaya menghindari serangan.

Namun gagal, hingga akhirnya ia dan dua orang lainnya terluka akibat terkena sabetan sajam.

"Mereka jumlahnya ada sekira 30 orang. Semua menggunakan cadar sebagai penutup muka," ungkap Tutus yang harus opname dirumah sakit selama 3 hari dan mendapat jahitan dikepala, punggung, lengan kiri, telapak tangan kiri beserta jarinya, kemudian pergelangan tangan kanan dan kiri.

Oleh keluarga Tutus, peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Kartasura dengan delik sangkaan tindak pidana Pasal 170 junto 351 KUHP tentang penggunaan kekerasan secara bersama dengan ancaman hukuman penjara selama - lamanya 9 tahun.

Ancaman hukuman itu dinilai sepadan mengingat luka yang diderita korban (Tutus) cukup berat.

Melalui kerabatnya, yang juga pengacara ternama di Solo Raya, Badrus Zaman, Tutus dan dua korban lainnya, mendesak aparat kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap para pelaku guna menjalani proses peradilan, dan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

"Polisi harus segera menindaklanjuti perkara ini. Karena menurut penilaian kami, jika tidak segera di proses maka akan membuat para pelakunya merasa kebal hukum. Itu berbahaya bagi proses penegakan hukum. Peristiwa ini bisa menimpa siapapun, yang tidak tahu apa - apa tapi jadi korban," tegas Badrus.

Mengingat laporan sudah dilakukan oleh pihak korban ke Polsek Kartasura, Polres Sukoharjo. Maka Badrus meminta kepada Kapolres Sukoharjo bisa segera merespon dan mengambil langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapapun, dan kelompok apapun.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, saat dikonfirmasi tentang kasus ini menyampaikan, bahwa kasus Kartasura tersebut penanganannya sudah diambil alih oleh Polda Jawa Tengah.

"Jadi mohon maaf, kami tidak bisa memberikan pernyataan, karena itu sudah ditangani Polda Jateng," jawabnya singkat.


Jurnalis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :