Rekomendasi

Langkah Jambret Beringas Ini Terhenti Setelah di Dor Polisi

Sabtu, 18 Januari 2020 : 09.06
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Aksi penjambretan yang dilakukan oleh David Nusantoro (21) warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan serta rekannya JE, terbilang cukup nekad.

Dengan bekal senjata tajam berupa celurit dan kapak, dua pria yang indekos di kawasan Baki, kecamatan Grogol Sukoharjo ini, melakukan aksi penjambretan di 44 lokasi di wilayah Surakarta.

Saat menjalankan aksinya, kedua pelaku menakut-nakuti calon korbannya dengan mengacungkan senjata tajam.

Namun aksi keduanya terhenti, setelah Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karanganyar, berhasil mengamankan salah satu pelaku usai menjalankan aksinya di kawasan Kecamatan Colomadu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, dalam ungkap kasus yang di gelar di Mapolres setempat, kepada hariankota.com serta awak media lain, menjelaskan, David Nusantoro, merupakan salah satu target operasi (TO) yang selama ini, membuat resah para pengguna jalan karena aksi kejahatan yang dilakukan.

Menurut Kapolres, terungkapnya kasus ini, berawal ketika aparat Kepolisian menerima informasi, jika di kawasan Colomadu, terjadi aksi penjambretan.

Sat Reskrim Polres Karanganyar, langsung bergerak cepat dengan melakukan pengejaran. Dengan berbekal cirri-ciri yang dilaporkan oleh masyarakat, ujar Kapolres, Sat Reskrim akhirnya dapat mengejar kedua pelaku ini.

Namun saat akan ditangkap, jelas Kapolres, keduanya sempat melakukan perlawanan dan menabrak petugas.

Bahkan rekan David, yang berinisial JE, sepat menyabetkan senjata tajam dan mengenai salah satu anggota. JE berhasil kabur, sedangkan David, karena terus melawan, akhirnya petugas menghadiahi timah panas tepat dibagian kakinya.

“Aksi kedua pelaku cukup meresahkan warga, terutama para pengguna jalan. Keduanya nekad merampas barang pelaku dengan mengacungkan senjata tajam. Kedua pelaku berhasil kita amankan usai menjalankan aksinya di Colomadu,” jelas Kapolres, Jumat (17/01/2020).

Untuk penegembangan lebih lanjut, Kapolres menambahkan, David Nusantoro yang telah ditetapkan sebagai tersangka, berikut barang bukti, berupa dua celurit, besi, kapak serta sepeda motor yang digunakan sebagai sarana menjalankan aksinya, diamankan di Mapolres Karanganyar.

Sedangkan rekan David, yakni, JE masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tersangka David Nusantoro, dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

"Kami menghimbau kepada seluruh warga, terutama para pengguna jalan, untuk tetap hati-hati serta tidak menggunakan perhiasan saat berkendara," kata Kapolres. Sementara itu, David Nusantoro, kepada hariankota.com mengaku, hampir setiap hari keluar untuk menjambret.

Sasaran berikutnya di daerah perbatasan. David juga mengaku, dalam menjalankan aksi kejahatannya, pernah mendapatkan hasil kejahatan senilai Rp24 juta di wilayah Klaten.Hasil kejahatan tersebut, ujar David, langsung dibagi bersama rekannya.

“Setiap harim kami keluar. Sasaran kami acak. Sebelum beraksi, korban kami takuti dengan mengacungkan senjata tajam,” akunya.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali

Share this Article :