Rekomendasi

Lokasi Longsor Dusun Dederan, Tanah Masih Terus Bergerak, Warga Diminta Waspada

Kamis, 23 Januari 2020 : 17.38
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Hingga saat ini, tanah masih terus bergerak di lokasi tanah longsor yang berada di Dusun Dederan, Desa Nglegok, kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. 

Hal tersebut terungkap saat tim Penyelidik bumi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis (23/01/2020).

Ketua tim penyelidik, Yunara Dasa Trian, kepada hariankota.com serta awak madia lain, usai melakukkan peninjuan ke lokasi, mengatakan, tanah di sekitar lokasi tanah longsor, masih aktif bergerak. 

Hal itu terlihat, menurut Yunara, masih ada perkembangan retakan di bagian bawah.

“ Dari hasil penegecekan yang kami lakukan, memang ada retakan  baru, yang sebelumnya itu belum muncul. Saat ini kami masih melakukan kajian dari foto udara seperti apa. Jika dilihat dari sisi batuan penyusun dan tanah penyusunnya memang lokasinya termasuk daerah rawan longsor,” jelasnya.

 Diungkapkannya, berdasarkan data hasil pengecekan yang dilakukan,  faktor penyebab tanah masih rawan longsor, diantaranya kondisi tanah di wilayah tersebut berjenis tanah gembur sehingga mudah dalam penyerapan air, sedangkan kondisi batuan pada bagian dalam tanah, 

Kedap terhadap air, sehingga membuat air yang tertimbun di dalam tanah tinggi hingga berpotensi menimbulkan pergeseran tanah. 

Sistem drainase di kawasan longsor tersebut, ujarnya, tidak dibuat kedap air, sehingga memudahkan air hujan terserap ketanah dan menambah volume air resapan menjadi tinggi yang memicu kembali longsor.

“ Dengan kondisi tersebut, kami   merekomendasikan agar pemilik rumah yang berada di tepi lereng longsor, sementara tidak kembali menempati hunian tersebut. Karena, setelah  longsor, daya penahan tanan dan batuan berkurang dan sangat dipengaruhi pada volume air, sehingga saat hujan sangat rawan ambrol,” ungkapnya.

Ditegaskan Yunara, pihaknya melarang adanya aktivitas warga di kawasan lereng yang longsor, karena sangat membahayaka. pasalnya sangat membahayakan.

“ Hasil rekomendasi nantinya akan  kami sampaikan kepada pemerintah daerah dalam hal ini bupati dan BPBD berdasarkan kajian lengkap hasil pengecekan,” pungkasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali



Share this Article :