Rekomendasi

Lucu Sich, Tapi Tahukah Anda Ada Bahaya Mengintai Dibalik Pemasangan Stiker Anggota Keluarga di Kaca Mobil

Minggu, 12 Januari 2020 : 21.05
Published by Hariankota
TAHUKAH anda ada bahaya tersembunyi dibalik memasang stiker anggota keluarga di mobil. Memang terlihat lucu striker nama-nama keluarga yang terpasang di kaca kendaraan.

Alangkah baiknya, bila kaca belakang masih terpasang stiker tersebut, dicopot saja. Apa saja bahaya memasang stiker nama anggota keluarga yang mayoritas Kepolisian diberbagai negara sudah banyak melarang untuk dipasang?

Seperti dikutip hariankota.com dari Weau.com, Departemen Kepolisian Amerika memperingatkan bahaya pemasangan stiker ini di belakang kaca mobil.

Memasang stiker tersebut sama saja dengan memberikan banyak informasi kepada pelaku kriminalitas seperti pencuri, penculik, pedofil, dan lainnya.

Melalui adanya stiker tersebut, maka pelaku kejahahatan bisa mendapatkan data penting seperti jumlah anggota keluarga, nama mereka, usia mereka, hobi, dan lainnya.

Apalagi, selain menempelkan stiker keluarga, pengguna mobil juga kerap menempelkan stiker lain seperti stiker sekolah dimana anak bersekolah, stiker perumahan (tempat tinggal), dan lainnya.

Nah, kalau itu yang terjadi, semakin lengkaplah informasi yang didapat oleh pelaku kejahatan. Tinggal mencari informasi tambahan lain seperti nomor telepon rumah atau handphone, maka pelaku tinggal menunggu untuk beraksi.

Selanjutnya, tinggal pandai-pandai mereka mengolah data tersebut sesuai kepentingan dan kebutuhan mereka. Entah dengan menakut-nakuti orang tua seperti “Mama, Gio kecelakaan di sekolah dan harus dioperasi segera".

Untuk kebutuhan operasi, orang tua perlu mentransfer sejumlah uang ke rekening. Pelaku pasti sangat menyakinkan karena ia begitu detail mengetahui data calon target.

Bagi orang tua yang panik, maka ia boleh jadi akan segera mentransfer sejumlah uang itu kepada pelaku. Lucu sich lucu, tapi alangkah baiknya tidak usah dipasang decj stiker itu. Bagi yang sudah telanjur memasang, kalau bisa mulai sekarang si hapus saja ya.

Jurnalis: Dewi Ratna Antika
Editor; Rahayuwati

Share this Article :