Rekomendasi

Lulus 100 %, UVBN Sukoharjo Lepas Mahasiswa PPG Dajab Tahap 3 dan 4

Sabtu, 18 Januari 2020 : 21.18
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sebanyak 112 wisudawan Program Pendidikan Guru (PPG) Dalam Jabatan (Dajab) Tahap 3 dan 4 Tahun 2019 Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo, mengikuti pelepasan di Hotel Setia Kawan Solo, Sabtu (18/1/2020).

Mereka dinyatakan lulus dan berhak menyandang profesi guru profesional.

"Tidak seperti biasanya, kali ini kami juga menggundang para mitra kerja yakni, para kepala sekolah diantaranya, dari Kecamatan Weru, Kecamatan Tawangsari dan mitra kerja lainnya," kata Dekan FKIP UVBN Sukoharjo Toni Harsan kepada hariankota.com.

Dengan tema wisuda tahun ini adalah Menjadi Guru Profesional yang Memesona di Era Milenial, Toni berharap para lulusan PPG bisa segera mengaplikasikan ilmu yang telah didapat menyesuaikan dengan jamannya, yakni era digital.

"Kalau kemarin, mereka ini statusnya guru, tapi bisa dikatakan ilegal. Kenapa bisa begitu, karena baru sebatas disebut guru secara sosial. Tapi setelah lulus PPG maka mereka sudah legal, dan menjadi guru profesional," ujarnya.

Dalam perjalanannya, hingga tahun ini, kata Toni, UVBN Sukoharjo telah melepas atau menggelar wisuda sebanyak 5 gelombang mahasiswa PPG Dajab. Dari keseluruhan itu, ada yang belum lulus sebanyak 5, diantaranya dari jurusan matematika dan BK.

"Khusus jurusan BK ini memang sangat luar biasa, dibanding PPG lainnya, karena tingkat kelulusannya sangat rendah. Maka kami berharap nantinya terus ada perbaikan," ujarnya.

Disampaikan, khusus untuk wisudawan PPG Dajab Tahap 4, dalam uji pengetahuan ternyata dapat lulus 100 %. Ini merupakan yang pertama kali, dan satu - satunya di tingkat nasional.

Menanggapi keberhasilan ini, Rektor UVBN Sukoharjo, Ali Mursyid Wahyu Mulyono, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan para mahasiswa dapat lulus menjadi guru profesional. Ini sesuai dengan tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.

"Jadi para lulusan PPG ini juga akan menambah gelar di belakang namanya yakni, "Gr". Karena menurut undang-undang, guru adalah profesi, sama seperti dokter," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayuwati

Share this Article :