Rekomendasi

Nekat Curi Motor Penghuni Kos, Pengamen Jalanan Dikeler Polisi

Selasa, 14 Januari 2020 : 19.29
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tak punya uang untuk foya- foya, dua pengamen jalanan yang mengaku usai menenggak minuman beralkohol nekat mencuri sepeda motor di sebuah rumah kos.

Satu tersangka berinisial FTH (23) warga Turi, Cemani, Grogol, Sukoharjo dapat diringkus anggota Satreskrim Polres Sukoharjo setelah mengunggah iklan penawaran jual sepeda motor di media sosial Facebook. Sementara satu tersangka lainnya masih buron.

Dari hasil penyelidikan, sepeda motor yang di tawarkan yakni Honda Vario nopol AD 4933 RQ, milik Andre warga Klaten yang dilaporkan hilang di sebuah rumah kos di Mancasan, Baki, Sukoharjo pada 4 Januari 2020 lalu.

"Iklan diunggah pada 5 Januari, kami mendapat informasi bahwa motor yang dijual mirip dengan yang dilaporkan hilang, dan selanjutnya pada 7 Januari satu tersangka berhasil diamankan, sedangkan satu lagi masuk DPO," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yuga Pamungkas, kepada hariankota.com, Selasa (14/1/2020).

Dalam menjalankan aksinya, dua tersangka datang ke lokasi berboncengan sepeda motor.

Mereka kemudian berbagi tugas, satu pelaku mengeluarkan motor dari garasi, kemudian pelaku lainnya naik sepeda motor mendorong sepeda motor curian menggunakan kaki dari belakang sampai ke tempat sepi.

"Setelah di tempat sepi, barulah para pelaku membongkar lobang kontak sepeda motor agar mesinnya dapat dihidupkan untuk kemudian pergi meninggalkan lokasi," tutur Kapolres.

Didepan petugas, tersangka FTH mengaku baru pertama kali nekat mencuri bersama seorang temannya sesama pengamen berinisial G (27) warga Cemani, Grogol, Sukoharjo. Alasannya lantaran dalam kondisi mabuk.

"Dan menurut tersangka, saat itu sepeda motor dalam kondisi tidak dikunci stang sehingga memudahkan saat didorong keluar dari garasi tempat kos korban," ujar Bambang.

Dari tangan tersangka FTH polisi berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor curian yang belum laku dijual. Sepeda motor semula ditawarkan secara online dengan harga RP 2,5 juta tanpa kelengkapan surat alias bodong.

"Terhadap tersangka, kami kenakan jerat pelanggaran pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Untuk yang masih buron saat ini anggota dilapangan masih melakukan pengejaran. Identitasnya sudah kami kantongi," pungkas Kapolres.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :