Rekomendasi

Ngaku Diurus 'Pejabat', Pimpro BJ HOME Sesalkan Penyegelan Satpol PP

Kamis, 16 Januari 2020 : 22.25
Published by Hariankota
TANGSEL - Pimpinan Proyek (Pimpro) pembangunan Supermarket Bahan Bangunan BJ Home Surya menyesalkan penyegelan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasalnya, kata Surya, semua izin sudah diurus sesuai prosedur, bahkan pengurusannya dilakukan oleh salah seorang pejabat di Kota Tangsel.

"Ya sementara tutup dulu. Kalo saya sih prinsipnya pake izin yang lama kan ada tuh, bisa kan, itu kan ngga expired (kadaluwarsa). Sampe mati. Saya patokannya disitu," kata Surya kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

"Udah semua (urus IMB)nya. Amdal lalin, Damkar, udah banyak. Itu izinnya saya tempel didepan pak. Itu (IMB) yang ngeluarin orang Pemerintah Kota (Pemkot) juga, bukan orang sembarangan. Katanya (Satpol PP) dia minta izin yang baru, saya kan lagi proses," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, meski telah mengurus izin membangun bangunan (IMB), pengelola Supermarket Bahan Bangunan BJ Home yang berlokasi di BSD, Serpong, Kota Tangsel tetap disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel.

Hal tersebut diakui Kasie Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Tangsel
Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muksin Alfachry saat berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Meskipun telah memiliki izin, saat melakukan rehab total, pengembang harus memiliki IMB baru. Pada saat kebakaran kan bangunan ini sudah rata, sehingga pada saat membangun lagi, pemilik bangunan harus memiliki IMB baru. Karena izinnya belum selesai, makanya bangunan ini kita segel," ungkap Muksin usai melakukan penyegelan, Kamis (16/1/2020).

Menurut Muksin, izin yang dimiliki oleh pengelola BJ Home telah kadaluwarsa, karena bangunan yang direhab atau dirombak total, perlu mengajukan izin kembali.

"Bangunan ini tahun 2004 pernah dibangun, terus sekitar satu setengah tahun lalu kebakaran, lalu tempat ini dibangun lagi, Berdasarkan Perda Nomor 6 tahun 2015, bangunan ini harus punya IMB baru," ujarnya.

Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :