Rekomendasi

PDIP Jateng "Pede" Menangin 60 Persen Pilkada

Minggu, 26 Januari 2020 : 19.01
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI P) Jawa Tengah, menargetkan kemenangan 60 persen dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 21 daerah yang akan berlangsung serentak pada tahun 2020 mendatang. 

Hal tersebut dikatakan wakil sekretaris DPD PDI P Jawa Tengah, Sumanto, usai menghadiri acara puncak HU PDIP ke 47 yang berlangsung di halaman kantor DPRD Karanganyar, Minggu (26/01/2020).

Menurut Sumanto, menjelang pelaksanaan Pilkada  serentak, khususnya di Jawa Tengah, seluruh kader, harus bergerak cepat. Termasuk melakukan konsolidasi untuk  memenuhi target kemenangan.

“ Seluruh kader harus bergerak cepat. Kenapa kongres dimajukan, hal itu dilakukan untuk mempercepat konsolidasi, apalagi di Jawa Tengah ada 21 Pemilukada tahun 2020 ini. Dan 60 persen harus kita menangkan,” ujarnya.

Sementara itu, ketika disinggung apakah ada perhatian khusus terhadap wilayah Solo Raya menjelang pelaksanaan Pemilukada ini, mantan ketua DPRD Karanganyar itu, menegaskan, bahwa seluruh wilayah Solo Raya menjadi perhatian dan tidak ada yang khusus.

“ Untuk Solo Raya, tidak ada yang khusus, semua menjadi prioritas. Saat Pemilukada mendatang, seluruh kader akan terjun lngsung membantu memenangkan kader yang diusung oleh PDI Perjuangan di semeua daerah,” tegasnya.

Disisi  ketua DPC PDP Karanganyar, Bagus Selo, menyatakkan, HUT ke 47 PDIP, merupakan momen yang tepat untuk melakukan konsolidasi  bagi seluruh kader partai di semua tingkatan. 

Dalam konsolidasi, ujar Bagus Selo, yang ditanamkan kepada seluruh kader adalah tentang kedisiplinan. Baik kedisipilinan ideologi, disiplin organisasi, serta disiplin program tindakan dan perbuatan kepada pengurus partai.

Jika kader PDI P  tidak Soekarnoisme, kalau tidak tunduk kepada aturan yang ditetapkan ketua umum partai, Megawati  dalam hal rekomendasi, dan tidak mau menjalani aturan partai, Bagus Selo mempersillahkan untuk keluar dari partai.

 “ Ini sudah kami jalankan. Ada salah satu pengurus partai, selama dilantik jadi pengurus tidak aktif. Berdasarkan hasi rapat pleno, kami berhentikan sementara dan telah kami kirim ke DPP PDIP. ini salah satu sikap kami yang tegas,” kata dia.

Evaluasi lain yang kita lakukan, lanjut Bagus Selo, di tubuh PDI P Karanganyar sendiri, masih terdapat banyak fiksi yang menyebabkan  tidak  kondusif.

“ Kepengurusan saya ini, harus solid. Jangan menjadi benalu di PDIP. Jangan jadi banteng berkepala celeng.  Itu kan banyak kader yang menjadi pengurus partai. Saat ada even politik, justru mendukung partai lain.Ini menunjukkan dia bukan  kader ideologi  Soekarno. Semua kader harus ideologi Soekarno, kalau tidak, akan saya sapu bersih,” tegasnya.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :