Rekomendasi

Pemangkasan Pohon Terdampak Pembangunan Flyover Purwosari Solo Dikritik Pegiat Lingkungan

Selasa, 14 Januari 2020 : 16.39
Published by Hariankota
SOLO - Komunitas pemerhati dan pegiat lingkungan, Forum Solo Hijau memberikan sorotan terkait pemangkasan pohon di area yang terdampak pembangunan Flyover Purwosari, termasuk juga sejumlah pohon yang ada di tepi jalan protokol.

Komunitas tersebut menilai bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo terlalu pendek dalam melakukan pemangkasan pohon yang hanya kurang dari dua meter.

“Saya lihat kok (pemangkasan) jadi begini. Tinggal satu meter (tingginya),” ujar koordinator Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Lebih lanjut, Mayor Haristanto menambahkan, pihaknya memahami jika pohon - pohon itu sengaja dipangkas pendek dengan alasan memudahkan proses pemindahan ke lokasi tanam yang baru.

Bahkan, pihaknya pun telah mendapat penjelasan dari pihak DLH Solo, bahwa pihak DLH Solo telah menyusun teknis pemindahan pohon dan mendata lokasi penempatannya.

Namun jika pohon - pohon berkayu keras itu dipotong terlalu pendek, menurut Mayor, akan memperlambat pertumbuhan pohon itu sendiri karena akan membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh mencapai ketinggian minimal tiga meter sehingga fungsi pohon itu kembali seperti sebelumnya.

“Kan lama sekali untuk bisa mencapai ketinggian itu. Butuh berapa tahun lagi?,” imbuhnya.

Pemkot Solo, sambungnya, diharapkan dapat memperbaiki proses pemindahan pohon - pohon terdampak pembangunan Flyover Purwosari itu, sebelum pohon - pohon yang masih tersisa telanjur habis dipangkas terlalu pendek lagi.

“Mudah-mudahan yang belum telanjur nanti jangan dipangkas sampai habis seperti ini. Kan sayang,” tandasnya. Sebelumnya, DLH Solo mulai memindah 377 pohon terdampak pembangunan Flyover Purwosari di Jalan Slamet Riyadi sejak beberapa hari lalu.

Proses pemindahan diawali dengan memangkas cabang-cabang pohon yang akan dipindahkan ke lokasi tanam yang baru, termasuk untuk menggantikan pohon - pohon yang sudah tua.

Seperti halnya yang telah dinyatakan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo sebelumnya, pepohonan tersebut sengaja tidak akan ditebang agar Pemkot Solo tidak berkewajiban mengganti dengan bibit tanaman sesuai Peraturan Daerah (Perda), yakni 1: 110, artinya 377 pohon ditumbangkan dan 3.770 bakal ditanam.

Adapun proyek pembangunan yang dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini resmi ditandatangani pada Rabu (8/1/2020) lalu, dan akan menelan dana sebesar Rp 104 miliar lebih.

Dimana pengerjaan pembangunan flyover ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Gunadi

Share this Article :