Rekomendasi

Penebangan Hutan Gunung Lawu, Bupati Juliyatmono Desak Perhutani Cabut Ijin Pengembang Pariwisata

Jumat, 10 Januari 2020 : 15.49
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bereaksi keras terhadap kerusakan alam dan lingkungan akibat pembangunan lokasi wisata di Gunung Lawu dan mendesak KPH Surakarta mencabut ijin pengelolaan hutan yang akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata baru itu.

Kerusakan hutan akibat pembangunan lokasi wisata baru itu, terjadi di hutan lindung di petak 45-2, Tlogodlingo, BKPH Lawu Utara. Hal tersebut ditegaskan bupati, usai melakukan senam bersama di plasa alun-alun Karanganyar, Jumat (10/01/2020).

Menurut bupati, tidak ada lagi kompromi teradap kelanjutan ijin pengelolaan hutan Lawu ini. Kerusakan hutan yang terjadi, jelas bupati, harus dihijaukan kembali.

“Setelah ada pemberitaan kerusakan Gunung Lawu di media, saya langsung melakukan pengecekan. Setelah saya lihat, kondisinya memang cukup memprihatinkan. Hal ini sangat bertentangan dengan semangat untuk menghijaukan Lawu.

Kami mendesak agar KPH Surakarta segera mencabut ijin pengelolaan hutan tersebut,” kata bupati, Jumat (10/01/2020).

Dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan di kawasan Perhutani, ujar bupati, harus sesuai dengan ketentuan yang ada, seperti tidak boleh merusak dan harus ada proses penghijauan kembali.

Ditambahkan bupati, Asper BKPH Lawu Utara, sebenarnya telah mengingatakan, namun diabaikan.

“Ini kan tidak. Kalau lokasi ini sangat parah dan sangat merusak. Cara membangun yang salah. Apalagi memasukkan alat berat. Mereka membuat jalan, merubuhkan pohon. Sekali lagi, Pemkab Karanganyar bersikap tegas dan mendesak ijin segera dicabut.

Tidak ada kompromi dan tidak perlu dibicarakan lagi. Harus dihentikan. Tugas kita semua untuk menjaga Gunung Lawu sebagai salah satu sumber air di Solo Raya,“ tandasnya.

Sementara itu, administratur KPH Surakarta, Sugi Purwanta, melalui telepon selularnya, Jumat (10/01/2020) kepada hariankota.com, mengatakan, seluruhnya ditangani sesuai dengan prosedur yang ada, termasuk proses perijinan.

Hanya saja, jelas Sugi Purwanta, Dalam pelaksanannya, pengelola melakukan kelalaian.

"Ini murni kecerobohan dan kelalaian pengelola. Penggunaan alat berat dan menumbangkan pohon di kawasan hutan lindung tidak diperbolehkan. Kami berulang kali mengingatkan, namun diabaikan. Saat ini, seluruh aktifitas pengembang kita hentikan,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai desakan bupati Karanganyar agar ijin pengelolaan dari pengembang dicabut, Sugi Purwanta mengaku sampai saat ini, masih melakukan koordinasi dengan bupati.

“Saya baru saja melakukan pertemuan dengan bapak bupati. Soal permintaan agar ijin dicabut, masih terus kami koordinasikan. Hasilnya apa, nanti kami sampaikan,” pungkasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :