Rekomendasi

Polemik AWLR atau FEWS, PSI Tangsel: Buat Apa Kalo Tidak Bermanfaat

Selasa, 14 Januari 2020 : 13.01
Published by Hariankota
TANGSEL - Polemik tentang isu Flood Early Warning System (FEWS) mulai merebak pada saat Fraksi PSI mengangkat isu tersebut dalam rapat koordinasi bersama Dinas terkait masalah bencana banjir Tangerang Selatan (Tangsel) awal 2020.

Di lain pihak, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangsel menyampaikan bahwa yang terpasang bukanlah FEWS, tapi Automatic Water Level Recorder (AWLR) yang menurutnya (DPU), hal ini sudah dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana(PTRRB) BPPT Nur Hidayat.

Dalam rilis yang dikeluarkan Sekretaris Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel Aji Bromokusumo menyampaikan, bahwa sungguh disayangkan alat yang dipasang di 11 titik tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal dengan koordinasi yang baik antar dinas sehingga dapat mengurangi dampak bencana banjir.

Aji pun turut menyayangkan silang pendapat tentang keberadaan alat tersebut.

"Apapun nama atau sebutan alat tersebut, FEWS ataupun AWLR, fungsi keduanya sama yaitu mengukur naiknya ketinggian air, apa manfaatnya untuk masyarakat Tangsel bila saling berpolemik tentang hal itu?

Kita semua tidak perlu saling mencari pembenaran versi masing-masing. Ayo mari bersama-sama bahu membahu memanfaatkan apapun itu untuk kepentingan masyarakat Tangsel,” kata Aji, Selasa (14/1/2020).

Lebih jauh Aji mengajak untuk semua pihak lebih memahami dan mempelajari fungsi alat yang dipasang oleh BPPT.

Aji juga mengajak seluruh dinas terkait untuk bersama-sama mendengarkan penjelasan Nur Hidayat dan evaluasi menyeluruh serta klarifikasi silang pendapat yang ada tentang alat tersebut.

Fraksi PSI Tangerang Selatan, lanjut Aji, saat berkonsultasi dengan BPPT memiliki dokumen pelengkap dari diskusi pada hari itu.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana ke depannya dampak bencana seperti kemarin, jangan sampai terjadi lagi dengan memanfaatkan secara optimal sains dan teknologi serta koordinasi komprehensif menyeluruh antar dinas terkait,” tutup Aji.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat kejadian banjir besar Tangsel kemarin, tak satupun yang menyadari keberadaan alat pemantau ketinggian air yang ada di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius tersebut baik FEWS ataupun AWLR.

Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :