Rekomendasi

Polisi Ungkap Jaringan Penjual Ganja, Kurirnya Masih Anak Dibawah Umur

Senin, 06 Januari 2020 : 19.25
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Polresta Malang Kota berhasil membongkar sindikat penjualan narkotika jenis sabu dan ganja, dimana seorang pelakunya berstatuskan anak di bawah umur.

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengatakan pengungkapan ini diawali dengan mengamankan seorang pengguna ganja.

"Jadi perkara ini saling berkaitan dengan penangkapan dua orang tersangka. Dengan diawali penangkapan AR bin Jamil di Jalan Ngaglik Gang IV Sukun pada Kamis 2 Januari 2020 pukul 22.30 WIB," ungkap Leonardus Simarmata, saat memimpin rilis di Mapolresta Malang Kota, Senin siang (6/1/2020).

Dari tersangka AR polisi menyita paket ganja dengan berat 0,3 gram dari rumahnya. Selanjutnya kepolisian mengembangkan keterangan AR (27) dan berhasil menangkap seorang kurir yang memberi AR barang haram berinisial SAP.

"SAP kita amankan pada Jumat 3 januari 2020 pukul 03.00 WIB dini di Jalan Klayatan, Sukun. Dari yang bersangkutan diamankan barang bukti ganja 49,69 gram dan sabu 0,33 gram. Statusnya masih anak dibawah umur tapi sudah putus sekolah, drop out (DO)," jelas mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Dari pengakuan SAP didapat ada seorang bandar yang memberinya SAP barang haram bernama Mas Agus yang masih dalam pencarian polisi.

"Pelaku SAP ini diiming - imingi upah Rp 100 ribu sekali menjual barangnya. Dari pengakuannya dia baru menjual sekali dan tertangkap, kami masih dalami lebih lanjut," tuturnya.

Meski berstatuskan anak dibawa umur, kepolisian tetap memprotes SAP dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara. "Karena statusnya masih dibawah umur kami kordinasi dengan Bapas untuk proses hukumnya," tambahnya.

Sementara bagi AR terancam dijerat dengan Pasal 111 (1) dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara, dengan dengan paling sedikit Rp 800 juta.

Jurnalis; Miadaada

Editor: Gunadi

Share this Article :