Rekomendasi

Prihatin Kondisi PDIP Solo, Mantan Sukarelawan Jokowi Solo akan Gelar Rapat Akbar

Sabtu, 04 Januari 2020 : 15.20
Published by Hariankota
SOLO - Berangkat dari keprihatinannya terkait kondisi di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Solo menjelang Pilkada Solo 2020 saat ini, mendorong mantan deklarator relawan Jokowi - Amin Daulat Indonesia (JADI) Solo, BRM Kusumo Putro untuk menggelar Rapat Akbar dan Konsolidasi Untuk Kedaulatan Rakyat Surakarta di Pendhopo Ageng Taman Budaya Jawa Tengah di Jalan Ir Sutami, Kentingan, Jebres, Surakarta, pada Selasa (7/1/2019).

"Acara itu saya buat atas rasa keprihatinan, yang mana sangat terasa sekali bahwa dampak daripada Pilkada 2020 ini, sangat berbeda dari sebelumnya. Saya sebagai rakyat Solo, sudah saatnya saya harus menyatakan sikap," ungkap Kusumo kepada wartawan, di kawasan Jalan Ronggowarsito Solo, pada Sabtu (4/1/2020).

Melalui Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda) yang bakal melibatkan 70 elemen dari berbagai organisasi, komunitas maupun kelompok masyarakat, menurut Kusumo, rapat akbar dan konsolidasi sengaja digelar untuk menjaga kehormatan dan kewibawaan DPC PDIP Kota Solo serta menyatakan dukungan kepada pasangan Achmad Purnomo - Teguh Prakosa (Puguh) sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.

Dimana kemunculan nama Purnomo - Teguh, ungkap Kusumo, bukan semata - mata dan bukan pula serta merta keinginan maupun ambisi segelintir orang, melainkan telah menjadi keinginan seluruh pengurus partai mulai tingkatan anak ranting hingga jajaran DPC PDIP Solo.

"Kita tahu bahwa beberapa waktu lalu, PDIP Solo telah mencalonkan kader terbaiknya. Dimana pencalonan pasangan Purnomo - Teguh itu sudah melalui mekanisme dan prosedur kepartaian yang sah, dan itu telah disetujui pula mulai dari tingkat anak ranting, ranting, PAC dan seluruh jajaran DPC di Solo, yang juga didukung oleh kader serta simpatisan. Karenanya, acara itu dilaksanakan untuk mengkonsolidasikan seluruh elemen," jelasnya.

Belum adanya sebuah acara besar yang digelar baik oleh struktural partai maupun dari non struktural partai, ungkap Kusumo, juga menjadi alasan akan digelarnya rapat akbar dan konsolidasi tersebut untuk menyatukan misi, visi dan mengkonsolidasikan dukungan rakyat Solo kepada Purnomo - Teguh.

Mengingat, hasil perolehan suara yang signifikan sebanyak 30 kursi pada pemilihan anggota DPRD Kota Surakarta beberapa waktu lalu, membuktikan bahwa PDIP di Solo merupakan partai yang diminati oleh masyarakat.

"Saya berharap, kedepannya hal itu bisa membuka wawasan terutama warga Solo juga untuk DPD dan DPP, bahwa PDIP di Kota Solo ini masih sangat solid dan membuktikan bahwa Solo ini masih menjadi Kandang Banteng di Jawa Tengah," tandasnya.

Saat ditanya terkait nama calon lain dari PDIP yang juga maju dalam Pilkada Solo tidak melalui DPC PDIP Solo, Kusumo mengatakan jika dia enggan untuk menyinggung siapapun.

"Saya hanya melihat bahwa situasi di lapangan yang terkotak - kotak. Saya tidak menyebut nama calon lain di PDIP, karena saya tidak ingin menimbulkan polemik di dalam tubuh PDIP itu sendiri. Saya lebih bertujuan, bahwa inilah saatnya PDIP menyatukan niat, misi, visi dan pikiran," tandasnya.

Sebagai simpatisan PDIP yang telah cukup lama, Kusumo pun menyampaikan agar siapa pun memiliki rasa kebanggaan menjadi pengurus PDIP baik ditingkat anak ranting, ranting, PAC dan DPC karena PDIP merupakan sebuah partai besar yang mewakili suara wong cilik.

"Jadi ketika ada pengurus PDIP yang akhirnya timbul rasa untuk berkhianat kepada PDIP, terutama PDIP Kota Solo, maka saya anggap mereka adalah seorang pecundang. Maka saya ingin mengetuk hati teman - teman, baik itu dari anak ranting, ranting, PAC dan DPC, jangan pernah menjadi penghianat di kandang sendiri.

Karena kita tahu bahwa DPC PDIP Solo sudah mencalonkan kader terbaiknya yang di daftarkan dari DPC PDIP Solo, maka dialah yang seharusnya didukung," tegasnya.

Menampik kemungkinan adanya pengkhianatan yang muncul di dalam tubuh PDIP itu sendiri, Kusumo pun hanya mengatakan mengenai adanya sinyalemen.

"Saya tidak mengatakan ini pengkhianatan. Saya hanya mengatakan bahwa disini ada sinyalemen, dimana banyak pengurus partai mulai dari anak ranting, ranting, PAC sampai DPC. Saya tidak mengatakan itu dari mana, tapi yang jelas ada sinyalemen bahwa jika mereka yang tidak mau atau tidak menyadari apabila mereka berkhianat namun masih merasa menjadi pengurus PDIP, maka mereka adalah pecundang di rumah sendiri.

Karena seharusnya mereka bangga menjadi bagian dari pengurus PDIP yang telah dibesarkan oleh DPC PDIP Solo," ucap alumni Komandan Satgas PDIP Kecamatan Banjarsari itu.

Mengenai Rapat Akbar dan Konsolidasi Untuk Kedaulatan Rakyat melalui Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda) yang akan digelarnya nanti, Kusumo mengatakan jika acara itu bukanlah semata - mata bentuk penyelamatan terhadap pasangan Purnomo - Teguh.

"Saya tidak mengatakan ini semata - mata untuk menyelamatkan Purnomo - Teguh. Karena keputusan dari rekomendasi itu adalah keputusan dari DPP PDIP, melalui Ketua Umum Megawati Soekarnoputeri," jelasnya.

Dengan adanya acara tersebut, lebih jauh Kusumo berharap, hal itu dapat menjadi pertimbangan yang nantinya akan disampaikan melalui sebuah pesan yang akan ditujukan kepada Ketua Umum juga Pengurus Besar DPP PDIP.

"Adapun penegasan pesannya yakni ikrar bersama. Kita akan mengadakan ikrar bersama yang diikuti oleh jajaran struktural partai, kader - kader partai dan juga diikuti oleh simpatisan partai dan juga relawan - relawan partai," tambahnya.

Kusumo menargetkan, acara tersebut akan dihadiri oleh sebanyak 5 ribu orang dari 70 elemen yang akan terlibat termasuk jajaran struktural partai.

"Kalau sampai yang datang kurang dari duaribu orang, maka ini akan menjadi bencana besar bagi PDIP di Kota Solo. Dan saat acara itu akan benar - benar terlihat siapa saja yang dadanya merah.

Saya bukan orang struktural partai, saya relawan dan juga simpatisan murni. Saya hanya ingin bahwa Kota Solo ini tetap menjadi rumah besar PDIP dan tidak ingin ada yang berkhianat di dalam tubuh partai, itu harapan saya," ucap Kusumo.

Kusumo kembali menegaskan, jika rapat akbar dan konsolidasi itu diharapkan akan menjadi ruang pembuktian sikap dan loyalitas terhadap DPC PDIP Solo.

"Acara ini bukan untuk saya, tapi acara ini untuk menjaga kehormatan DPC PDIP Kota Solo. Jadi siapa pun yang menjadi pengurus DPC PDIP, siapapun yang pernah dibesarkan di rumah besar DPC PDIP ini untuk menunjukkan sikap mereka, untuk membuktikan bahwa mereka adalah pejuang - pejuang sejati PDIP yang ada di daerah," pungkasnya.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor: Jumali

Share this Article :