Rekomendasi

Seorang Ibu di Malang Diduga Menyekap Empat Anak Kandungnya

Jumat, 03 Januari 2020 : 20.22
Published by Hariankota
MALANG - Seorang ibu di Malang diduga menyekap keempat anak kandungnya selama 20 tahun di dalam rumahnya di Desa Banjarejo RT 04 RW 2 Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Penyekapan ini baru terbongkar setelah salah seorang anak terakhirnya keluar dan menceritakan ke tetangganya.

Sang ibu bernama Artimunah (61) sehari - hari tinggal bersama keempatnya anaknya yang sudah berusia dewasa. Sementara sang suami dari keterangan tetangganya telah meninggal dunia sejak 2004.

Kasubbag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah mengatakan, kepolisian sendiri mengevakuasi kelimanya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Evakuasi dilakukan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

"Ibu dan anaknya ini tinggal berlima tak pernah keluar rumah dari pengaduan tetangganya. Tadi pagi sudah kita evakuasi dari dalam rumah. Dari pengaduan warga, sang ibu diduga menyekap anaknya selama 20 tahun sejak anaknya masih kecil," jelas Ainun saat dihubungi okezone, Jumat siang.

Saat dievakuasi dari dalam rumahnya, anak kedua yakni Titin Yuliarsih (41) dan anak ketiga, Vinawati (39) dalam kondisi yang memprihatinkan dan sempat memberontak tak mau keluar rumah.

"Kalau anak pertama yang Asminiwati (44) dan Anis Mufidah (36) saat diajak berkomunikasi masih bisa, bahkan anak pertamanya masih beraktifitas memasak saat dievakuasi. Yang agak parah anak kedua dan ketiga, tidak bisa diajak komunikasi dan kondisi memprihatinkan," tuturnya.

Berdasarkan keterangan awal dari sang ibu, diduga ia didatangi seorang guru spiritual dan mendoktrin untuk tidak keluar rumah dan harus menurut.

Di ruang kamar rumah tersebut kepolisian juga menemukan sejumlah barang menyerupai sajen yang diletakkan untuk meditasi. "Dari mana asalnya (sesajen) masih proses pendalaman karena ibu dan anak - anaknya masih dalam pemeriksaan psikis," tutur Ainun.

Dari keterangan para tetangga, sang ibu yang menjadi pelaku penyekapan diduga juga mengidap gangguan kejiwaan. "Untuk memastikan kondisi psikis dan kejiwaan kelimanya kita bawa ke RSJ Lawang untuk ditangani pihak medis," pungkasnya.

Jurnalis: Miadaada
Editor; Gunadi

Share this Article :