Rekomendasi

Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pedagang Online Digelandang Polisi

Jumat, 24 Januari 2020 : 15.27
Published by Hariankota
SOLO - Seorang remaja berinisial KAP (18), warga Sumber, Kelurahan Tapen, Kecamatan Banjarsari, Solo, harus berurusan dengan jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta.

Tersangka KAP, pria yang berprofesi sebagai pedagang pakaian online itu, diringkus pihak berwajib lantaran telah menyetubuhi seorang gadis di bawah umur (15 tahun) yang diakuinya sebagai pacar yang dia kenal sejak Februari 2019 lalu.

KAP mengaku, keakraban dia hingga berlanjut pada hubungan asmara dengan korban yang masih duduk di salah satu SMP itu, berawal dari saling kenal melalui media online. 

Dimana saat itu, diungkapkan KAP, korban merupakan salah satu pembeli barang dagangan miliknya.

"Februari (2020) saya mulai kenal lewat whatsapp. Saya jual beli baju dan sepatu. Maret saya mulai dekat dan sering chatingan, April saya nembak (menyatakan cinta) dia dan jadian sama dia. Lewat chat saya bilang aku suka kamu, kamu mau gak jadi pacar saya, dan dia bilang mau," aku tersangka, KAP, saat konferensi pers di Kantor Satreskrim Polresta Solo, Jumat (24/1/2020).

Hubungan asmara sebagai pacar antara tersangka dan korban pun terus berlanjut, hingga korban, menurut pengakuan tersangka, meminta untuk dijemput dari sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor.

"Tanggal 21 November itu dia minta saya jemput di sekolahnya. Setelah saya jemput dia belum mau pulang dan katanya masih mau bersama saya. Karena setelah itu dia gak mau pulang juga, saya bawa ke kos,” imbuh tersangka.

Oleh tersangka KAP, korban pun akhirnya diajak ke tempat kos di wilayah Kampung Kandang Sapi, Kecamatan Jebres, Solo. Di kamar kos itulah, tersangka membujuk rayu korban dan mengakui telah melakukan perbuatan asusila hingga menyetubuhi korban.

Menurut pengakuan tersangka, dia mengatakan baru satu kali melakukan perbuatan tidak senonoh itu kepada korban, dengan dalih suka sama suka.

Sementara itu, Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Widodo mengatakan, kasus itu terbongkar setelah korban menceritakan peristiwa yang dia alami kepada kakaknya, akhir tahun lalu, sebelum akhirnya orang tua korban melapor ke polisi.

“Orang tua korban merasa tidak terima dan melaporkan kejadian ini. Pelaku dapat kami tangkap di kosnya,” tandas AKP Widodo kepada wartawan.

Selain menangkap tersangka, sejumlah barang bukti berupa pakaian seragam pramuka, telepon genggam dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AD 6879 ADB juga pakaian dalam korban turut diamankan polisi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka pun dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan pasal 81 ayat 2 UU No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Jurnalis: Kacuk Legowo
Editor: Gunadi


Share this Article :