Rekomendasi

Tak Sesuai Harapan, Komunitas Seni CITATA Tangsel Sesalkan Kondisi Taman Kota BSD

Kamis, 30 Januari 2020 : 19.54
Published by Hariankota
TANGSEL - Taman Kota I Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang direnovasi sejak September 2019 lalu, tak sesuai harapan Komunitas Seni Cinta Taman Kota (Citata).

Ketua Citata Tangsel, Farhadiba menyatakan kekecewaannya terhadap pekerjaan renovasi yang dilakukan oeh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Pasalnya, lokasi yang biasa dibuat untuk pertunjukan seni tersebut, dianggap tak sesuai harapan, bahkan terkesan ingin menyingkirkan komunitas seni.

"Ya kalau dulu kan ada panggung, jadi kita bisa main musik disitu. Kalau sekarang kan ngga, panggungnya ngga ada, terus lokasi untuk memberikan edukasi bagi masyarakat melalui seni melukis, juga ngga ada. Seakan-akan ingin menyingkirkan kita sebagai seniman, itu yang saya lihat dari hasil pekerjaan mereka (DLH Kota Tangsel)," kata wanita yang biasa disapa Mizz Farhadiba kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Mizz Farhadiba pun menururkan, banyak hal yang perlu dikoreksi dari hasil pekerjaan DLH Kota Tangsel. Minimnya penerangan, katanya lagi, membuat Taman Kota BSD terkesan remang, sehingga harus dievaluasi.

"Coba lihat aja, lampu ngga dibenerin sama mereka. Lampu-lampu taman yang dulu cantik, sekarang rusak dan dibiarkan sama mereka. Justru kesannya kurang bagus. Oleh sebab itu, kita meminta kepada dinas terkait, untuk melakukan perbaikan-perbaikan sehingga tidak hanya dinikmati oleh komunitas seni, tetapi juga masyarakat Tangsel," tambahnya.

Hal tersebut senada dengan yang dikatakan oleh salah seorang Komunitas BMX Fadli yang turut menyesalkan pekerjaan yang dilakukan oleh DLH Kota Tangsel, seperti yang diberitakan sebelumnya.

Dikatakan Fadli salah seorang anggota dari Komunitas BMX bahwa, standart bagi permainan ketangkasan sepeda yang ada di Taman Kota I, Serpong tersebut justru membahayakan jika digunakan untuk bermain BMX.

"Contoh saja lekungannya. Terus untuk jarak ancang-ancangnya juga pendek. Lekungan media untuk bermain itu bahaya banget, soalnya kalo kita mau jumping, pasti mental, karena ngga sesuai standartnya," kata Fadli kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

"Kalo yang pas itu yang ada di Taman Perdamaian, yang dibelakang Pasar Modern. Harusnya Pemkot nyontoh sama arena BMX disana (Taman Perdamaian). Standartnya ada disana. Jadi 4 Miliar kayaknya jadi sia-sia kalo buat kami," tambahnya.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :