Rekomendasi

Telan Biaya Rp 104 Miliar Lebih, Pembangunan Flyover Purwosari Solo Ditargetkan Selesai Akhir Tahun Ini

Rabu, 08 Januari 2020 : 19.59
Published by Hariankota
SOLO - Proyek pembangunan Flyover Purwosari Solo resmi ditandatangani Rabu (8/1/2020), di Rumah Dinas Walikota Surakarta, Lodji Gandrung.

Setelah penandatanganan kontrak antara pemerintah pusat dan pihak pelaksana yakni PT Wijaya Karya (Wika), inti pembangunan flyover yang akan menelan dana sebesar Rp 104 miliar lebih itu, akan mulai dikerjakan bulan Februari dan ditargetkan akan selesai sebelum 20 Desember 2020, dalam kurun waktu pengerjaan selama 348 hari kalender dan dengan masa pemeliharaan satu tahun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng, Alik Mustakim mengatakan pihaknya optimis proyek pembangunan tersebut dapat selesai tepat waktu.

"Meski cukup mepet, kami yakin dapat menyelesaikan tepat waktu, agar nanti Natal dan tahun baru 2021 sudah bisa dipakai," ungkapnya kepada wartawan, usai acara penandatanganan kontrak, yang juga dihadiri oleh Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo beserta Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo, Sekda Surakarta, Kepala OPD serta jajaran di Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Pada awal Februari nanti, imbuh Alik, perlintasan sebidang dengan rel kereta api pun akan ditutup, mengingat sejumlah alat berat sudah mulai masuk ke dalam proyek.

"Satu bulan ke depan akan fokus menangani titik-titik yang terdampak. Selain 377 pohon, ada pula 238 utilitas lain, seperti jaringan listrik, telepon, tugu Tabanas, Selter BST (Batik Solo Trans), hingga pos polisi," terangnya.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo berharap pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan baik.Dimana dalam hal ini, Pemkot Surakarta hanya mengurus perizinan, pembongkaran fasilitas umum dan pembebasan lahan.

Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bertanggung jawab atas ruang milik jalan (rumija) dan lampu penerangan jalan umum. Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai traffic management.

Terkait hambatan untuk pelaksanaan pembangunan flyover ini, Rudy mengatakan, pihaknya akan mensiasati pemindahan sejumlah pohon yang terdapat di kawasan Purwosari dengan tidak menebang.

"Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), penebangan pohon harus mengganti. Karena untuk mengganti tidak ada anggaran, kami sudah memiliki solusi yakni tidak akan di tebang.

Semua pohon kita ambil (diputar), dan kita lakukan penyemaian di kebun bibit Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang nantinya akan di pindahkan di sepanjang jalan Slamet Riyadi untuk mengganti pohon yang tua," jelas Rudy.

Jurnalis: Kacuk Legowo

Editor; Gunadi

Share this Article :