Rekomendasi

Telusuri Fungsi FEWS, Sekretaris PSI DPRD Tangsel Berkunjung ke BPPT

Kamis, 09 Januari 2020 : 21.27
Published by Hariankota
TANGSEL - Sekretaris Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Aji Bromokusumo mendatangi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna menelusuri fungsi Flood Early Warning System (FEWS) yang disinyalir dapat meminimalisasi kerugian masyarakat akibat banjir.

Bertemu dengan Kepala Bagian Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (PTRRB) Nur Hidayat, Aji mendapatkan fakta bahwa sejak 2017, BPPT sudah memasang FEWS sebanyak 11 titik di area titik-titik rawan banjir, untuk mengantisipasi dampak bencana banjir.

"Dengan adanya FEWS maka diharapkan peringatan dini naiknya ketinggian air jika terjadi hujan lebat dapat diinformasikan segera," kata Aji saat berbincang-bincang dengan Nur Hidayat, Rabu (8/1/2020) lalu.

"Hasil dari koordinasi dan penelusuran Fraksi PSI ke BPPT, ternyata seluruh FEWS tsb berfungsi dengan baik dan semuanya tidak ada masalah. Bahkan hasil pengetesan yang dilakukan oleh Nur Hidayat hanya memang di beberapa titik CCTV pemantau tidak bisa diakses dikarenakan tidak adanya kuota internet/pulsa modem di CCTV tersebut," tambah Aji.

Aji mempertanyakan sistem koordinasi penyaluran data dari FEWS kepada dinas-dinas terkait dalam kebencanaan.

"Penjelasan panjang lebar Nur Hidayat tentang situasi keberadaan monitoring FEWS yang berada dalam lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU), ternyata belum terkoordinasi dengan baik antar dinas terkait kebencanaan," katanya lagi.

"Data yang diambil oleh Dinas PU hanya digunakan untuk dasar pembenahan saluran-saluran air, bagaimana dengan mitigasi bencana, ternyata belum terkoordinasikan dengan BPBD," demikian penjelasan Nur Hidayat dalam rilis yang dibuat Aji Bromokusumo kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Lebih lanjut Aji mempertanyakan mengenai apakah ada integrasi command center terhadap alat-alat pemantau tersebut yang bisa disinergikan dengan monitoring untuk mengantisipasi bencana serta koordinasi dengan dinas-dinas terkait.

"Dalam situasi kebencanaan banjir seperti kemarin (1/1/2020), seharusnya sudah dapat termonitor karena FEWS akan mengirimkan notifikasi peringatan dini jika permukaan air sudah mulai naik, melalui sms ke nomor yang dapat ditentukan dan diprogram di dalam sistem FEWS," tutur Aji menirukan penjelasan Nur Hidayat.

Dengan adanya FEWS yang terintegrasi dengan command center, imbuhnya, maka akan sangat signifikan memberikan antisipasi jika dalam kondisi hujan lebat di daerah yang berpotensi banjir.

Paling tidak masyarakat mendapat peringatan dini terutama yang berpotensi paling terdampak

"Evakuasi bisa dilakukan lebih dini dan penyelamatan harta benda masyarakat dapat dilakukan beberapa jam sebelumnya. Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan tersedianya sistem dan teknologi canggih karya anak bangsa yang ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal," demikian tegas Aji.

"Apakah tidak mungkin mengeliminasi bencana banjir atau minimal menguranginya? Sangat mungkin! Belanda sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan air laut, bahkan Bandara Schipol yang terletak 12 meter di bawah permukaan air laut, tidak pernah terjadi banjir," ujarnya.

"Kuncinya adalah memahami sains dan teknologi secara komprehensif serta bisa memaksimalkan pengunaannya, bersinergi dengan semua stakeholders untuk bersama-sama live harmony with the disaster," pungkas Aji.

Jurnalis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :