Rekomendasi

Tenaga Honorer Dihapus, Gimana Nasib Para Guru?

Sabtu, 25 Januari 2020 : 17.15
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Puluhan anggota paguyuban guru honorer yang berasal dari Karanganyar, Semarang, Pekalongan, Blora, Ngawi Jawa Timur, mendatangi kediaman anggota Komisi II DPR RI, Paryono yang berada di Kelurahan Bejen, Karanganyar Kota, Sabtu (25/01/2020).

Mereka mengadukan nasibnya terkait adanya wacana penghapusan guru dan tenaga honorer lainnya yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Dian Candra sari, Koordinator wilayah Jawa Tengah Aliansi Honorer Nasional (AHN), kepada hariankota.com serta awak media lain, usai melakukkan audiensi dengan anggota Komisi II DPR RI, Paryono, menjelaskan, wacana penghapusan tenaga honorer tersebut, membuat seluruh tenaga honorer terkejut.

“Kami sudah lama mendengar wacana itu. Hati kami sakit, kenapa secara mendadak ada wacana penghapusan tenaga honorer.Sedangkan saat ini, tenaga honorer hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah, bahkan di seluruh Indonesia, masih sangat dibutuhkan. Semua daerah menjerit,” ujarnya.

Dia juga mempertanayakan, arah wacana penghapusan tenaga honorer ini. Apakah dirumahkan, atau diangkat jadi PNS, atau status dirubah bukan menjadi honorer.

“Itu yang menjadi pertanyaan kami sampai sekarang. Kami berusaha melobi ke pusat dan Menteri serta BKN, namun tidak ada tanggapan.Mereka hanya mengatkan, bahwa penghapusan ini baru sebatas wacana,” lanjutnya.

Ditambahkannya, pihaknya hanya menginginkan, bagi yang K2 ingin segera jadi PNS, bagi non K, mereka menginginkan statusnya diakui di pusat. "Dari awal kita minta jadi PNS. Kita tidak menabrak aturan apapun. Sebelum aturan itu ada, kita sudah mengabdi puluhan tahun,” tandasnya.

Sementara itu anggota Komisi II DPR RI, yang juga anggota Panja CPNS dan honorer, Paryono, usai melakukan pertemuan dengan para guru honorer ini, mengatakan, pemberitaan yang menyebut jika DPR RI dan pemerintah akan menghapus tenaga honorer, membuat para tenaga honorer ini resah.

Menurut Paryono, persoalan sebenarnya, bukan dihapus atau tidak dihapus. Tenaga honorer, ujarnya, berdasarkan PP 48 tahun 2005, tidak ada lagi perekrutan tenaga honorer. Saat ini yang ada, jelasnya, hanya tenaga K1 dan K2.

Untuk honorer K 1, telah selesai, karena sudah diangkat menjadi PNS dan masih ada sisa honorer K 2 sebanyak 439 ribu di seluruh Indonesia yang belum terangkat karena terbentur aturan.

“Ketika komisi II melakukan rapat dengan pemerintah menyampaikan penghapusa tenaga honorer. Karena memang sejak PP 48 2005, sudah tidak ada pengangkatan honorer. Yang ada PNS dan tenaga P3K.

Kita, kita di Komisi II telah membentuk Panja dan akan memperjuangkan tenaga honorer terutama K 2 dalam perekrutan PNS secara bertahap. Kami minta kepada pemerintah, agar K 2 ini diberi quota lebih untuk diagkat menjadi PNS,“ terangnya.

Ditegaskannya, pada prinsipnya, tenaga honorer ini sampai K 2, hanya, masih saja ada ada tenaga honor lainnya. Mereka juga akan perjuangkan. Tapi butuh kemauan semua pihak, termasuk dari pemeriintah daerah.

“Yang jelas, untuk tenaga honorer ini, akan segera kita tuntaskan dan jangan sampai menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya.

Jurnalis: Iwan iswanda

Editor: Rahayuwati

Share this Article :