Rekomendasi

Terkendala Cuaca, Korban Hanyut Sungai Samin Belum Ketemu

Minggu, 05 Januari 2020 : 20.07
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Memasuki hari ke 4, tim relawan gabungan dibawah koordinasi Pos Basarnas Surakarta belum berhasil menemukan korban seorang perempuan yang diduga hanyut di Sungai Samin, Kadokan, Grogol, Sukoharjo sejak Kamis (2/1/2020) lalu.

Pencarian korban bernama Sri Sumarti (49) warga Kadokan, diperluas dengan cara penyisiran memakai LCR (perahu karet-Red) dan motor tempel dari pos pantau Bengawan Solo di Jurug hingga pos pantau Ngelo Kabupaten Karanganyar.

Informasi yang didapat hariankota.com, radius penyisiran dengan LCR ini jika diukur dari titik lokasi awal laporan kejadian korban tenggelam hingga pos pantau Ngelo Karanganyar, jaraknya sekira 20 kilometer.

"Setelah semua tehnik digunakan, dari datum point (korban diperkirakan tenggelam) sampai ujung Sungai Samin atau pertemuan dengan Bengawan Solo, semua clean, negatif untuk korban. Maka sekarang masuk Bengawan Solo," kata Tri Puji Koordinator dari Pos Basarnas Surakarta, Minggu (5/1/2020).

Namun, mengingat cuaca berubah - ubah, hujan turun dibagian hulu, arus yang kuat dan jarak pandang terbatas, maka proses pencarian untuk sementara waktu dihentikan terlebih dulu. Akan dilanjut besuk pagi.

"Malam ini teman - teman potensi SAR akan melakukan pemantauan menggunakan alat penerangan dari titik- titik yang dimungkinkan korban bisa dipantau," terang Tri.

Sedianya potensi SAR dengan 3 LCR beranggotakan 18 personil siap menyisir dari pertemuan Sungai Samin dengan Bengawan Solo. Rencananya akan menyisir sampai Sragen. Pencarian akan dilakukan maksimal hingga, Rabu (8/1/2020) mendatang.

Seperti diberitakan, Sri Sumarti dilaporkan oleh suaminya hanyut saat sedang menuju ke tanggul Sungai Samin. Suami korban, Hendy Diwiryo (51) yakin istrinya hanyut berdasarkan jejak kaki dipinggir sungai. Ciri khusus korban jari kakinya hanya 4.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :