Rekomendasi

Terlindas KA Diduga Bunuh Diri, Pria Asal Boyolali Tewas Dengan Kepala Putus

Jumat, 31 Januari 2020 : 08.10
Published by Hariankota
SOLO - Peristiwa dugaan bunuh diri di kawasan perlintasan kereta api bawah Flyover Manahan Solo merenggut nyawa Purwanto (40), seorang pria asal Bajangan RT 08 RW 03, Kayen, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.

Kejadian nahas itu terjadi pada Kamis, (30/1/2019) malam. saat KA Lodaya jurusan Solo-Bandung melintas di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun hariankota.com

Menurut saksi mata, Amin (36) warga Manahan, Banjarsari, Solo. Saat kejadian, dia yang sedang ngobrol di teras rumah bersama rekannya yang tak jauh dari tempat kejadian, mendengar suara teriakan warga bahwa ada seseorang yang diduga bunuh diri.

"Waktu kejadian saya lagi ngobrol di depan rumah, mendengar anak - anak teriak ada orang bunuh diri. Saya sama teman saya langsung lari ke arah sumber suara di bawah flyover Manahan, dan ternyata benar kejadiannya" jelasnya.

Saat diketemukan, kondisi jasad korban diketahui dalam kondisi mengenaskan dengan kepala terpisah dari badannya. 

Diduga pria asal Kecamatan Juwangi, Boyolali itu sengaja bunuh diri dengan membaringkan tubuhnya di rel, sebelum akhirnya korban tewas terlindas KA Lodaya.

Sementara itu, salah seorang petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Hendrawankepada wartawan mengatakan, dari keterangan masinis yang ada, saat kejadian, korban terlihat berbaring di tengah rel kereta.

"Masinis sudah membunyikan klakson hingga berkali-kali, bahkan sudah mengurangi kecepatan. Namun tidak digubris oleh korban," ungkapnya.

Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Sukarda di lokasi kejadian, kepada wartawan di mengatakan, indikasi sementara korban tewas karena bunuh diri.

"Indikasinya lebih ke (dugaan) bunuh diri. Karena lehernya itu terpotong tapi bagian tubuh yang lainnya tidak ada yang rusak. Badannya utuh, kepalanya juga utuh tetapi terlepas. Jadi indikasi sementara karena mungkin sengaja bunuh diri. Karena kalau tertabrak kereta api, pasti badannya juga sudah ikut hancur,” ungkap Kompol Sukarda.

Untuk sementara, petugas juga mengamankan sepeda motor dan tas beserta kartu identitas lainnya, yang diduga milik korban.

Setelah dilakukan evakuasi, jasad korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulance PMI Surakarta ke Rumah Sakit (RS) dr Moewardi Solo.


Reporter: Kacuk Legowo
Penulis: Kacuk Legowo
Editor; Mahardika

Share this Article :