Rekomendasi

Tertangkap di Kebumen, Tersangka Tipu Gelap Tak Berkutik

Sabtu, 11 Januari 2020 : 16.03
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Akibat kelakuannya merugikan banyak korban, seorang pria tersangka penipuan dan penggelapan yang sempat menghilangkan jejak untuk menghindari kejaran polisi, akhirnya dapat ditangkap ditempat persembuyiannya.

Pria berinisial MF (41), warga Desa Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo, tak berkutik saat Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Sukoharjo mencokoknya disebuah rumah kos di wilayah Kabupaten Kebumen, Rabu (8/1/2020) kemarin.

Informasi yang diperoleh hariankota.com, Sabtu (11/1/2020), penangkapan berdasarkan laporan pada Desember 2019 lalu. Seorang warga mengaku menjadi korban penipuan dan penggelapan atas pembelian satu unit sepeda motor yang ditawarkan tersangka MF.

Modus tersangka MF dalam menjalankan aksinya untuk mencari korban, mengaku bekerja pada sebuah dealer sepeda motor di daerah Gemblegan, Kota Solo.

Dari keterangan korban kepada polisi, bermula pada bulan Juni 2019, tersangka MF menawarkan promo sepeda motor dari dealer tempatnya bekerja dengan harga yang lebih murah dibanding dengan dealer lain.

Dari harga normal sebesar Rp 19 juta/unit, korban dirayu dengan iming - iming dengan harga dibawahnya, menjadi Rp 17 juta/unit. Sistem pembayaran secara kontan (cash).

Lantaran tertarik, korban akhirnya memesan satu unit yang diantar kerumah selang dua hari setelah kesepakatan dibuat. Oleh korban, setelah menerima sepeda motor, kemudian memberikan uang pembayaran sebesar Rp 17 juta kepada tersangka MF.

Namun betapa kagetnya korban, enam bulan kemudian ia ditagih cicilan pembayaran sepeda motor tersebut oleh sebuah perusahaan pembiayaan (leasing), padahal sepeda motor dibeli secara cash melalui MF, bukan kredit.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa dari hasil penyelidikan diduga MF juga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap puluhan korban lain.

“Hasil dari penyelidikan, tersangka MF juga melakukan perbuatan tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada 13 korban yang telah diketahui dengan total kerugian uang keseluruhan sebesar Rp 225,500 juta,” terang Kasat Reskrim.

Nunung tak menampik jika masih banyak korban yang belum melapor. Hal ini didasarkan informasi dari warga dan pengakuan tersangka MF sendiri, bahwa seluruh korban kurang lebih mencapai 30 orang dengan total kerugian sekira Rp. 400 juta.

“Saat ini tersangka sudah kami tahan dengan jerat pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara maksimal masing masing pasal 4 tahun,” tandas Nanung.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :