Rekomendasi

Tiga Hari Tak Pulang, Pencari Katak Ditemukan Tewas Mengambang

Jumat, 17 Januari 2020 : 20.26
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Sungai Bledon, tepatnya belakang Perumahan Dinas Kejaksaan Negeri Sukoharjo, JOmbor, Bendosari, Jum'at (17/1/2020) pagi.

Informasi yang didapat hariankota.com, temuan mayat menggegerkan warga itu, kali pertama dilaporkan oleh seorang petani setempat bernama Simin (60) yang hendak mengambil air dari sungai tersebut.

"Awalnya saya menyemprotkan pupuk disawah. Pada saat mengambil air disungai, saya melihat sebuah benda besar menggambang seperti bangkai. Saya lantas memanggil- manggil warga lain untuk mengecek benda tadi, dan ternyata bangkai orang," tuturnya.

Dia mengatakan, kemungkinan mayat adalah pemburu katak hijau yang beberapa hari sebelumnya dicari - cari temannya lantaran sudah tiga hari belum pulang kerumah.

"Sebelumnya ada sejumlah orang mencari seorang temannya sesama pencari katak yang hilang. Mereka mengaku berasal dari Purwodadi. Tapi apakah orang yang dimaksud adalah mayat ini, saya tidak tahu," ujarnya.

Tak berselang lama dari penemuan, polisi, relawan SAR Kabupaten Sukoharjo disertai petugas medis dari Puskesmas Bendosari datang ke lokasi. Korban oleh anggota SAR kemudian dievakuasi ke daratan.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga jatuh terpeleset ke sungai hingga terbawa arus sampai kelokasi tempat ditemukan," terang Kapolsek Bendosari, Polres Sukoharjo Iptu Retna Wiyarti.

Tidak ditemukan tanda - tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Meski wajahnya sulit dikenali lantaran terendam disungai selama sekira 3 hari, namun korban membawa kartu identitas disaku celananya.

"Berdasarkan KTP yang ditemukan, korban bernama Parmin (67), seorang petani warga Doplang, Genuksuran, Purwodadi. Saat ini jasadnya sudah kami bawa ke RSUD Ir Soekarno untuk dilakukan visum," ujar Kapolsek.

Guna memastikan kebenaran identitasnya, polisi juga menghubungi pihak keluarga korban di Purwodadi agar datang untuk mengecek di rumah sakit untuk selanjutnya dibawa pulang agar segera dimakamkan.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :