Rekomendasi

Tinggi, Angka Perceraian Tinggi, Pengadilan Agama Karanganyar Luncurkan Aplikasi System Barkode Cerai

Rabu, 22 Januari 2020 : 15.51
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Angka perceraian di Karanganyar, termmasuk dalam kategori tinggi. Tahun 2019, Pengadilan Agama (PA) Karanganyar, menangani sebanyak 1953 kasus. Dari 1953 kasus yang ditanagani tersebut, 1700 diantaranya adalah kasus perceraian.

Hal tersebut dikatakan ketua PA Karanaganyar, M. Danil, kepada hariankota.com. usai peluncuran aplikasi system barkode Sibaca (sistem barkode akta cerai). Menurut Danil, untuk kasu perceraian, tahun 2019, pihaknya memutus sebanyak 1500 kasus perceraian.

“Angka perceraian di Karanganyar, cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain. Salah satu alasan diajukannya perceraian, lebih karena tidak adanya kecocokan kedua belah pihak,” ujarnya, Rabu (22/01/2020).

Selain menangani kasus perceraian , lanjutnya, PA juga menerima permohonan dispensasi nikah. Untuk tahun 2019, sebanyak 400 permohonan dispensasi nikah diajukan warga, dengan berbagai alasan.

“Pemohonan dipensasi nikah juga cukup banyak. Untuk awal tahun 2020 ini saja, telah masuk puluhan permohonan dispensasi nikah. Sebenarnya secara mental belum layak untuk menikah. Tapi karena berbagai hal, harus kita nikahkan,” jelasnya.

Disisi lain, untuk mengantisipasi terjadinya pemalsuan akta cerai, PA Karanaganyar meluncurkan daan melakukan sosialisasi Sistem Barkode Akta Cerai (SiBaca).

Aplikasi Sibaca ini dibuat karena pengaduan masyarakat dan KAU mengenai banyaknya laporan pemalsuan akta cerai, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

M. Danil mengungkapkan, aplikasi Sibaca ini menggunan sistem Barcode untuk mengetahui keaslian dari Akta Cerai. Masyarakat nantinya hanya cukup mengunduh aplikasi Sibaca di playstore.

Dijelaskan, aplikasi berbasis Android itu bisa diunduh pada Google Play Store, lalu melakukan scand pada code barcode yang ada pada akta nikah.Jika sudah dilakukan scand tidak muncul informasi lengkap maka dapat dikatakan akta tersebut palsu.

Ditambahkannya, Sementara untuk pemilik Akta Cerai yang belum dilengkapi barcode dapat datang ke PA Karanganyar untuk melakukan cetak ulang.

“Aplikasi ini untuk mengantisipasi pemalsuan. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi, apakah akta cerai yang didkeluarkan, palsu atau tidak. Masyarakat bisa melihat dengan membuka aplikasi Sibaca dan semua akan terlihat data di apilkasi tersebut dan sesuai dengan data yang dimiliki PA,” tandasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :